Heboh Demo Siswa SMAN 1 Solok Selatan, Dugaan Pelecehan Oknum Guru Jadi Sorotan

photo author
Adis Cahyana, View Jabar
- Rabu, 29 Juli 2026 | 19:52 WIB
Viral aksi siswa SMAN 1 Solok Selatan demo di lapangan sekolah.  (Instagram/infosolsel)
Viral aksi siswa SMAN 1 Solok Selatan demo di lapangan sekolah. (Instagram/infosolsel)

ViewJabar.com - Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan siswa SMAN 1 Solok Selatan mendadak viral di media sosial. Para siswa menggelar demonstrasi di lingkungan sekolah sebagai bentuk protes atas dugaan tindakan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang oknum guru olahraga terhadap peserta didik.

Video aksi tersebut ramai beredar di berbagai platform media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @infosolsel, yang memperlihatkan sejumlah siswa berdiri di lapangan sekolah sambil membentangkan banner bertuliskan "Stop Penyimpangan".

Berdasarkan informasi yang beredar, aksi tersebut berlangsung usai pelaksanaan upacara bendera pada Senin, 27 Juli 2026. Dalam video yang viral, tampak para siswa menyuarakan tuntutan agar dugaan kasus tersebut ditindaklanjuti secara serius.

"Cuplikan demo di SMAN 1 Solok Selatan yang menuntut oknum guru olahraga yang diduga melakukan tindakan tidak menyenangkan terhadap murid," demikian keterangan dalam unggahan video yang dipublikasikan pada Selasa, 28 Juli 2026.

Tak hanya itu, dugaan kasus tersebut juga menjadi perbincangan di platform X. Akun @NTRL_id mengunggah informasi yang menyebut adanya dugaan pelecehan seksual terhadap siswa laki-laki oleh seorang oknum guru.

Dalam unggahan itu disebutkan, salah seorang siswa mengaku terdapat dugaan tindakan pelecehan seksual menyimpang yang dilakukan terhadap murid laki-laki.

Selain itu, beredar pula dugaan tangkapan layar percakapan atau chat antara oknum guru dengan siswa yang disebut membuat para pelajar merasa tidak nyaman.

Unggahan tersebut bahkan mengklaim bahwa dugaan perilaku serupa telah berlangsung selama bertahun-tahun di lingkungan sekolah.

Namun hingga kini, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum ada penetapan resmi dari pihak berwenang terkait kebenarannya.

Sementara itu, dalam video yang beredar terdengar pengumuman melalui pengeras suara sekolah yang meminta lima orang perwakilan siswa untuk masuk dan menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada pihak sekolah.

Kasus yang menjadi perhatian publik ini juga telah mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan.

Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBPP&PA), pemerintah bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dan Polres Solok Selatan turun langsung ke sekolah untuk melakukan penanganan awal.

Dalam keterangan yang diunggah melalui akun Instagram @dp2kbp3a_solsel, pihak terkait menyampaikan bahwa telah dilakukan mediasi serta komunikasi dengan para siswa yang sebelumnya menyampaikan keresahan mereka.

"Telah dilakukan mediasi dan komunikasi dengan siswa dan siswi yang sebelumnya menyampaikan keresahan," demikian keterangan yang diunggah pada Rabu, 29 Juli 2026.

Selain melakukan mediasi, instansi terkait juga masih mendalami dugaan pelanggaran yang terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Astriyani.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X