BPBD Ungkap Kronologi Kebakaran Kampung Adat Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi, 70 Rumah Hangus

photo author
Adis Cahyana, View Jabar
- Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:16 WIB
Kebakaran di Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi diduga akibat korsleting listrik di MCK. Sebanyak 70 rumah ludes terbakar. (Dok. Warga)
Kebakaran di Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi diduga akibat korsleting listrik di MCK. Sebanyak 70 rumah ludes terbakar. (Dok. Warga)

SUKABUMI, ViewJabar.com BPBD Kabupaten Sukabumi mengungkap kronologi awal kebakaran hebat yang menghanguskan puluhan rumah di Kampung Adat Kasepuhan Cipta Mulya, RT 05 dan RT 07 RW 02, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (25/7/2026).

Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga sekitar pukul 14.00 WIB melalui Kasi Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK).

Selang sekitar 30 menit kemudian, petugas BPBD langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

"Kami menerima kabar dari warga yang menelepon ke Kasi P2BK. Sekitar pukul 14.30 petugas langsung bergerak ke lokasi. Namun informasi awal, kebakaran sudah terjadi sejak pukul 14.00," kata Kuswan.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, api diduga pertama kali muncul dari bangunan mandi, cuci, kakus (MCK) yang berada di pinggir permukiman.

Sejumlah anak yang melihat kobaran api langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Menurut Kuswan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik di bangunan MCK. Api kemudian dengan cepat membesar karena sebagian besar rumah di kawasan adat tersebut menggunakan atap ijuk dan berdiri saling berdempetan.

 

Kondisi angin yang cukup kencang juga mempercepat penyebaran api ke bangunan lainnya.

"Anak-anak berteriak 'api, api!' dan diduga kuat sumbernya dari korsleting listrik di MCK. Di kawasan ini banyak rumah beratap ijuk dan posisinya berdempetan, ditambah angin cukup kencang, sehingga api sangat cepat menjalar," ujarnya.

Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 70 unit rumah dilaporkan hangus terbakar. Musibah itu berdampak kepada 70 kepala keluarga (KK) atau sekitar 420 jiwa.

Sebagian besar harta benda milik warga tidak sempat diselamatkan karena api dengan cepat melalap permukiman.

"Hampir seluruh barang milik warga tidak sempat diselamatkan," ucap Kuswan.

Meski kerugian material diperkirakan cukup besar, BPBD memastikan tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Hal itu diduga karena sebagian warga sedang berada di kebun saat kebakaran terjadi, sementara warga lainnya segera melakukan evakuasi secara mandiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Astriyani.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X