Kebakaran di Nyalindung Sukabumi: 3 Anak Tewas Terjebak Api Usai Nyalakan Lilin

photo author
Adis Cahyana, View Jabar
- Jumat, 24 Juli 2026 | 00:35 WIB
kebakaran rumah panggung di Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB. (dok. warga)
kebakaran rumah panggung di Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB. (dok. warga)

SUKABUMI, ViewJabar.com — Tiga anak yang merupakan saudara kandung tewas dalam musibah kebakaran rumah panggung di Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

 

Ketiga korban tewas teridentifikasi sebagai Aljenar Malik Saputro (siswa SD), Saka Asadek (siswa PAUD), dan Shakila Almahira Quenza (balita).

 

Para korban ditemukan meninggal dunia di dalam satu kamar akibat terjebak kobaran api dan tertimbun material kayu bangunan yang hangus.

Baca Juga: Viral Potret Pilu Siswa SD di Tegowanu Grobogan: Makan MBG di Antara Reruntuhan

 

Kapolsek Nyalindung, Iptu M. Yanuar Fajar, membenarkan insiden maut tersebut. Ia menyebutkan, kebakaran dipicu oleh penggunaan lilin sebagai alat penerangan darurat saat terjadi pemadaman aliran listrik sejak pukul 18.00 WIB.

"Kronologinya anak pertama menyalakan lilin di ruang tamu karena kondisi mati lampu. Setelah menyalakan lilin, anak tersebut kemudian tidur bersama adik-adiknya hingga terjadilah kebakaran," kata Fajar saat dikonfirmasi, Kamis malam.

 

Fajar menambahkan, ketiga korban selama ini tinggal bersama nenek mereka, Nia Kurniasih (59).

Api diduga menjalar cepat ke seluruh material kayu rumah panggung hingga mengakibatkan bangunan rata dengan tanah sebelum para korban sempat menyelamatkan diri.

Saat dievakuasi dari reruntuhan bangunan, seluruh korban dilaporkan mengalami luka bakar serius di hampir sekujur tubuh.

"Semua korban tidur di satu kamar. Terkait kondisi kamar terkunci atau tidak, masih kami dalami karena saat ini fokus pada penanganan korban. Luka bakar korban diperkirakan hampir 100 persen," ujar Fajar.

Saat ini, kepolisian masih melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti rembetan api dari lilin tersebut.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Astriyani.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X