Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur, Dedi Mulyadi Kritik Minimnya CCTV di Area Bendungan

photo author
Adis Cahyana, View Jabar
- Selasa, 28 Juli 2026 | 16:29 WIB
Penyelesaian kasus satpam yang ditemukan meninggal dunia di Waduk Jatiluhur. (Instagram/dedimulyadi17)
Penyelesaian kasus satpam yang ditemukan meninggal dunia di Waduk Jatiluhur. (Instagram/dedimulyadi17)

PURWAKARTA, ViewJabar.com - Kasus kematian Sumarna (41), petugas keamanan atau satpam di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, yang ditemukan tewas dengan kedua tangan terborgol, terus menjadi perhatian publik.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun meminta aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap pelaku di balik kematian korban.

Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Selasa (28/7/2026), Dedi menerima laporan langsung dari jajaran Polres Purwakarta terkait perkembangan penyelidikan.

Baca Juga: Satpam Ditemukan Tewas Mengambang di Jatiluhur dengan Tangan Terborgol, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Polisi mengungkapkan bahwa hingga kini sebanyak 15 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi untuk membantu mengungkap misteri kematian Sumarna.

Selain itu, penyidik juga telah mengamankan rekaman CCTV dari sejumlah titik di luar kawasan waduk. Berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan korban, termasuk dugaan persoalan pribadi maupun keluarga, masih terus didalami.

Namun, proses penyelidikan menghadapi kendala lantaran hampir tidak ada kamera pengawas di area dalam Waduk Jatiluhur.

 

Polisi mengakui minimnya CCTV membuat penelusuran jejak pelaku menjadi lebih sulit sehingga penyidik harus mencari rekaman dari kamera yang berada di jalan raya dan kawasan sekitar.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menilai minimnya fasilitas pengawasan di objek vital nasional seperti Waduk Jatiluhur merupakan kelemahan serius yang harus segera dibenahi.

Menurutnya, bendungan yang berperan penting dalam memasok kebutuhan air bagi wilayah Bekasi, Karawang hingga Jakarta seharusnya dilengkapi sistem pengamanan memadai, termasuk CCTV dan command center yang beroperasi selama 24 jam.

 

Selain kamera pengawas, Dedi juga menyoroti kondisi penerangan di kawasan waduk yang dinilai masih minim.

Meski demikian, Dedi meminta kepolisian tetap optimistis menuntaskan kasus tersebut. Menanggapi pertanyaan Dedi mengenai peluang menangkap pelaku, pihak Polres Purwakarta menyatakan yakin kasus itu dapat diungkap.

Diketahui, jenazah Sumarna ditemukan mengambang di perairan Waduk Jatiluhur pada Jumat (24/7/2026).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Astriyani.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X