Saat terjadi, dia melanjutkan, tidak ada Cahaya matahari yang dapat dipantulkan oleh bulan sebagaimana ketika fase bulan purnama.
"Gerhana dapat berwarna menjadi lebih coklat bahkan hitam pekat jika partikel seperti debu vulkanik ikut menghamburkan cahaya," tuturnya.
Sedangkan gerhana bulan total pengertianya adalah fenomena astronomis ketika seluruh permukaan Bulan memasuki bayangan inti (umbra) Bumi.
Itu disebabkan, kata Andi, oleh konfigurasi antara Bulan, Bumi dan Matahari membentuk garis lurus.
Baca Juga: Susi Cabut Kesaksian Anak Ke-4 Putri Candrawathi, Isolasi Berbeda
Selain itu, Bulan berada di dekat titik simpul orbit Bulan yakni perpotongan antara ekliptika (budangbedar Bumi mengelilingi Matahari) dengan orbit Bulan.
"Gerhana bulan total terjadi ketika fase bulan purnama, tetapi tidak semua fase Bulan Purnama dapat mengalami gerhana bulan," jelas Andi.
Gerhana bulan total yang dapat diamati di Indonesia untuk satu dekade berikutnya, jelasnya, akan terjadi kembali pada 8 September 2025.
Baca Juga: BPOM Temukan 7 Obat Paracetamol Sirup Ancam Gagal Ginja Akut
"Kemudian 3 Maret 2026. Selanjutnya malam tahun baru 2029 serta 21 Desember 2029 juga 25 April 2032 dan 18 Oktober 2032," tuturnya.***