Karena, tambahnya, kualifikasi saat itu mobil baru bisa dibentuk setelah ada permintaan atau pemesanan dari pembeli.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2022 Fase Grup, Dimulai Minggu 20 November 2022
Mobil Benz Patent milik Pakubuwono X oleh masyarakat sekitar Surakarta saat itu sering disebut dengan istilah kereta setan.
Sebab transportasi mayoritas saat itu adalah kereta kuda. Penampakan mobil yang bergerak tanpa tenaga kuda menjadi pemandangan aneh dan tak biasa bagi masyarakat.
Mobil Benz Patent memiliki mesin dengan bahan bakar bensin, sedangkan tenaga yang dihasilkan tak lebih dari lima daya kuda.
Baca Juga: INFO GEMPA TERKINI, BMKG Sebut Gempa Mukomuko Bengkulu 5 Menit Lalu
Secara tampilan mobil Benz Patent lebih mirip dengan kereta kencana.
Karena di era tahun 1800-an mode transportasi di dunia masih didominasi dengan Kereta yang ditarik dengan tenaga hewan.
Namun keberadaan mobil milik Pakubuwono ke X itu, kini keberadaanya tidak ada di Indonesia.
Baca Juga: Polisi Jelaskan Identitas 4 Mayat di Kalideres
Setelah 90 tahun lamanya keberadaan mobil milik Pakubowono ke X itu diketahui dibawa dari Solo ke Belanda.
Tujuannya adalah untuk diikut sertakan dalam sebuah pameran mobil dan tidak kembali ke tanah air.
Hal itu diakibatkan meletusnya Perang Dunia 1 serta berakhirnya masa penjajahan Belanda di Nusantara.
Baca Juga: Wow! Pemerintah Provinsi Jawa Barat Buka Lowongan Kerja untuk Jadi ASN, Buruan Daftar!
Mobil Benz Pitent milik Pakubuwono X saat ini tersimpan di sebuah museum di Den Haag Belanda.