Prosesi kemudian dilanjutkan dengan "nyebar udik udik" atau melemparkan uang logam dengan tujuan berbagi kepada tamu yang hadir.
Baca Juga: Peluang Usaha Langka, Membuat Es Krim Singkong yang Lumer, Tanpa Mesin, 250 Gram Bisa Jadi 50 Cup
Dalam kesempatan itu, Ibu Iriana berjalan sambil membawa wadah yang berisi uang logam dan bunga yang kemudian di lemparkan ke arah tamu yang hadir.
Setelah prosesi tersebut dilanjutkan dengan tradisi begalan yang melibatkan langsung masyarakat yang berada di depan kawasan Loji Gandrung.
Ratusan orang yang berada di depan Loji Gandrung memiliki kesempatan untuk berebut perabot rumah tangga dalam pikulan yang berada di halaman Loji Gandrung.
Baca Juga: Fakta Menarik Tentang Demam yang Jarang Diketahui, Bisa Sembuhkan Rematik Menahun
Rangkaian prosesi "ngunduh mantu" dipungkas dengan kirab pengantin dari Loji Gandrung menuju Pura Mangkunegaran tempat dilaksanakan resepsi tasyakuran.
Setidak ada 11 kereta kencan yang membawa rombongan keluarga kedua pengantin dan juga kerabat kedua keluarga.
Kereta kencan tersebut masing masing ditumpangi pasangan pengantin Kaesang Pangarep Erina Gudono, orang tua kedua pengantin, serta kerabatnya.
Baca Juga: Sungai Cipamokolan Target Karyabakti Subsektor 03, Ingatkan Warga Pelihara DAS Citarum
Presiden Joko Widodo mengatakan prosesi "ngunduh mantu" Kaesang Pangarep dan Erina Gudono ini merupakan bagian dari memelihara budaya Jawa.
"Hari ini Minggu, 12 Desember 2022, kami 'ngunduh mantu' Kaesang Pangarep dan Erina Gudono," kata Presiden Jokowi dilansir ViewJabar dari Antara Minggu 11 November 2022.
Lalu apa makna dari ngunduh mantu tersebut, ngunduh mantu secara sederhana adalah mengambil menantu.
Baca Juga: Halmahera Timur Malut Digetarkan Guncangan Gempa Hari Ini Minggu 11 Desember 2022, Magnitudo 5,1
Atau membawa pengantin wanita di lingkungan keluarga mempelai laki laki setelah proses ijab qabul. Ini untuk mengenalkan keluarga wanita kepada warga sekitar.