“Sebab UMKM, desa wisata dan kuliner menjadi satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan sehingga promosinya harus berbarengan salah satunya melalui Jambore Wisata Desa ini," ujarnya.
"Kita berharap, tidak hanya wisata yang meningkat, perekonomiannya juga, baik pelaku usaha UMKM juga kulinernya,” Deni menambahkan.
Target kunjungan wisata
Pihaknya menilai, bahwa langkah memperbanyak keberadaan desa wisata, merupakan salah satu upaya mengejar target angka kunjungan wisata di daerahnya yang mencapai 10 juta wisatawan dalam setahun.
Pasca pandemi COVID-19 menurut Deni, pihaknya pada tahun 2022 telah mampu mencapai target yang ditentukan, yakni 8 juta kunjungan wisatawan.
Meningkatnya jumlah kunjungan wisata di Kabupaten Bogor, Lanjut Deni, terjadi sejak tahun 2021, setelah anjlok secara drastis di tahun 2020 akibat pandemi Covid-19.
"Tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 36 persen. Semoga tahun-tahun selanjutnya kembali meningkat," Deni berharap.
Statistik Kunjungan Wisata desa
Kemudian pihaknya juga mencatat, tahun 2020 angka kunjungan wisata di Kabupaten Bogor anjlok hingga 50 persen menjadi 4,4 juta kunjungan. Kemudian, kembali meningkat di tahun 2021 menjadi 6,08 juta kunjungan.
Sebelumnya, tren angka kunjungan wisata di Kabupaten Bogor mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, seperti tahun 2017 sebanyak 7,3 juta wisatawan, kemudian tahun 2018 sebanyak 7,5 juta wisatawan, dan tahun 2019 sebanyak 9,4 juta wisatawan.***