VIEWJABAR - Kenaikan harga berbagai kebutuhan poko masyarakat termasuk telur yang terjadi di pasaran sering kali di keluhan oleh masyarakat.
Apalagi di bulan Ramadhan seperti sekarang ini. berbagi kebutuhan poko masyarakat sejak sepekan sebelum Ramadhan termasuk telor sudah merangkak naik.
Harga telor ayam ras saat sudah naik dari bulan sebelumnya. Untuk saat ini saja harga telur ayam ras di pasar Singaparna Kabupaten Tasikmalaya mencapai Rp 32.000 perkilonya.
Kondisi seperti itu secara langsung telah mempengaruhi tingkat daya beli masyarakat, karena harga bahan pokok termasuk telur sudah naik.
Namun lain halnya yang terjadi di lingkungan masyarakat desa Sukakarsa Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya.
Harga telur ayam ras di desa Sukakarsa Kabupaten Tasikmalaya cenderung stabil, bahkan di bawah harga pasar.
Baca Juga: Ramadhan, Penjual Kolang-kaling Mulai Marak Terlihat Di Pinggir Jalan Salawu Tasikmalaya
Murahnya harga telur ayam ras tersebut, karena kebutuhan telur ayam ras bagi masyarakat terpenuhi oleh perusahaan telur ayam ras milik Bumdes Desa Sukakarsa.
"Bumdes desa kami ini, sejak awal memilih bidang peternakan bidang ayam petelur," kata kepala desa Sukakarsa, Lilis Roslina.
Bidang tersebut dipilih sebagai strategi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap telur ayam ras.
Baca Juga: Video Seorang Wanita Loncat Dari Jembatan di Salawu Tasikmalaya Ternyata Hoax, Ini Fakta Sebenarnya
Sementara itu menurut Budi yang dipercaya untuk mengurus ayam tersebut saat ini jumlah ayam petelur milik Bumdes ini, jumlahnya mencapai 1800 ekor.
Dari jumlah ayam sebanyak itu, maka setiap harinya bisa menghasilkan sebanyak 70 kilo gram telur ayam.