Baca Juga: Empat Mayat di Kalideres Akhirnya Diambil Keluarga
"Lima belas," jawabnya.
"Lima belas apa, seratus lima puluh?" tanya Dedi. Perempuan itu mengiyakan.
"Seratus lima puluh, di mana?" tanya Dedi Mulyadi.
"Ada kamar..."
"Seratus lima puluh itu dengan kamar?" tanya Dedi lagi. Semula si perempuan itu mengiyakan. Namun diketahui kemudian bahwa ada tarif untuk kamar yaitu Rp50 ribu untuk sekali main.
Dedi Mulyadi sempat menanyakan tanda merah di leher si perempuan.
"Itu bekas ya? kata Dedi sambil melihat tanda merah tersebut. Namun si perempuan yang namanya dirahasiakan itu mengatakan, tanda merah di lehernya bukan bekas berkencan, melainkan bekas garukan karena gatal.
Dalam perbincangan dengan Dedi Mulyadi, si perempuan mengaku seorang janda dan memiliki dua putra yang masih kecil-kecil.
"Kenapa bercerai?" tanya Dedi
Si perempuan menjawab, ia minta cerai karena pria yang menjadi suaminya tak bertanggung jawab. Menurutnya, pria itu tak mau mengurus dan membiayai rumah tangga.
"Dulu, gadisnya sama siapa," tanya Dedi.
"Sama temen.." jawabnya.
"Teman sekolah?" tanya Dedi. Si perempuan dengan polos dan enteng, mengiyakan.
Dalam percakapan itu Dedi meminta si perempuan menghentikan pekerjaannya dan mencari pekerjaan lain. Si perempuan menyanggupi. Ia mengatakan, ke depan ia akan berjualan.