Namun pada awalnya, Pasheman'90 hanya pasukan baris-berbaris biasa yang hanya ditampilkan untuk kepentingan upacara, atau hanya dalam lomba. Seiring berjalannya waktu, Indra mencoba mengemas penampilan anak-anak asuhnya agar lebih menarik dan tidak membosankan dengan memberikan sentuhan koreografi dan seni lokal.
Tak ayal, saat ini Pasheman’90 banjir panggilan mulai dari acara di televisi, partai hingga menjadi bintang iklan. Namun karena anggota Pasheman'90 adalah siswa aktif, kata Indra, mereka harus tetap fokus belajar menyelesaikan sekolahnya.
“Kita sudah membatasi job dari luar, banyak sekali yang ingin menggunakan kita untuk kepentingan entertainment tapi kita batasi, mereka harus kembali ke bangku sekolahnya,” kata dia.
Tidak hanya itu, Indra menjelaskan, Pasheman’90 ini menjadi ekstrakurikuler yang paling banyak diminati di SMK Negeri 2 Garut, bahkan saat ini sudah sekitar 100 siswa tergabung dalam Pasheman’90.
“Kami berharap dengan banyaknya yang ikut di Pasheman’90 bisa menciptakan siswa berprestasi lebih baik dari yang sekarang,” katanya.Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan wilayah XI Garut, Aang Karyana mengatakan, prestasi yang diraih Pasheman'90 sangat membanggakan dan sebaiknya dicontoh oleh penggiat ekstrakurikuler di satuan pendidikan lainnya.
Aang menilai, ekstrakurikuler apapun jika memiliki prestasi yang baik tentu akan diminati oleh siswa. Maka dari itu, ekstrakurikuler jangan berhenti hanya sebagai wadah penyaluran minat bakat siswa.
Lebih lanjut, Aang menambahkan, KCD Pendidikan Wilayah XI Jabar sebagai perwakilan Dinas Pendidikan berkewajiban mendorong terwujudnya proses pendidikan berkualitas. Termasuk melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
"Seperti halnya ketika Pasheman'90 tampil pada Indonesian Got Talen, maka KCD ikut mendukung baik secara moril maupun materil," ujar Aang Karyana. Ale M Rizki***