daerah

Wabup Kaget Dalam Kurun Waktu 36 Hari Terjadi 20 Kasus Pemerkosaan Anak GARUT,-Wakil Bupati Garut Helmi

Senin, 6 Februari 2023 | 23:46 WIB
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman didampingi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Garut, Neva Sari Susanti sedang memusnahkan pil yang memabukan (Alle M Rizy)

VIEWJABAR - Wakil Bupati Garut Helmi Budiman kaget mendengar kasus rudapaksa atau pemerkosaan terhadap anak di bawah umur bisa mencapai 20 anak dalam kurun waktu 36 hari dari Januari hingga pekan pertama Februari 2023 ini.

Hal tersebut terungkap dari penuturan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Garut, Neva Sari Susanti saat kegiatan pemusnahan barang bukti dan barang rampasan di Kantor Kejari Garut, Senin 6 Februari 2023.

"Kasus rudapaksa terakhir itu 20 kasus untuk rentang waktu awal Januari sampai awal Pebruari ini, sebulan itu bisa mencapai 20 korban," ungkap Neva didampingi Wabup, yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga: Korban Meninggal Akibat Gempa Turki Mencapai 1000 Orang, Gempa Susulan Terus Terjadi

Dikatakannya, kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur ini paling banyak terjadi di Garut Selatan, dengan korbannya di bawah 17 tahun. Sedangkan pelakunya didominasi orang dekat korban, baik keluarga ataupun tetangga.

Wakil Bupati mengaku prihatin dengan kasus rudapaksa di daerahnya yang terbilang cukup tinggi.

"Yang memperihatinkan sekali karena ini masalah moral dan kasusnya sudah sangat banyak. Makanya ini harus menjadi perhatian semua komponen, dan kamilah melalui Kesra untuk bekerja sama dengan MUI, ulama dan tokoh masyarakat untuk turun ke lapangan," kata Wakil Bupati Garut.

Baca Juga: Begini Kondisi Bocah Berusia 4 Tahun yang Jatuh Dari Lantai Dua Masjid Raya Al Jabar

Helmi menyebutkan, salah satu penyebab terjadinya kasus rudapaksa adalah faktor ekonomi. Karenanya Pemkab Garut tengah gencar melaksanakan upaya penurunan angka kemiskinan ekstrim.

Menyinggung soal keterkaitan ekonomi dengan kasus rudapaksa, Helmi mencontohkan sebuah keluarga miskin yang memiliki rumah kecil dengan satu kamar, itu bisa terjadi rudapaksa oleh anggota keluarga.

" Makanya faktor kemiskinan, ekonomi, sosial dan pembinaan harus dilakukan semuanya secara simultan. Ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja tetapi harus bersama sama, semua elemen masyarakat, termasuk dilingkungan keluarga itu sendiri,"ucap Helmi.

Baca Juga: Di Kota Tasikmalaya Anggaran Banprov Untuk Bansos PBI Senilai Rp 10,6 Miliar, Ini Peruntukannya

Garut sebagai dengan julukan Kota Santri, lanjutnya, ini harus dipertahankan oleh semua pihak dan harus melakukan pembinaan terhadap masyarakat.***

Tags

Terkini