Lobak mengandung senyawa yang disebut sulforaphane juga berpotensi memiliki peran dalam pengobatan kanker, dan sayuran cruciferous ternyata mengandung kadar sulforaphane yang tinggi lho!
Sebuah penelitian di tahun 2015 menemukan bahwa senyawa sulforaphane dapat mengganggu fungsi histone deacetylase, yaitu enzim yang berperan dalam perkembangan sel kanker.
Lobak mengandung vitamin K yang berperan penting dalam metabolisme tulang.
Dalam penelitian menunjukkan fakta bahwa glukosinolat dapat mempengaruhi pembentukan tulang.
Untuk itu, mengonsumsi lobak dapat memberikan dampak yang baik untuk pembentukan tulang.
Merah Daun lobak pun terbukti kaya akan folat yang penting untuk memproduksi sel darah merah juga dikenal dapat membantu mencegah masalah pada perkembangan janin.
Lobak mengandung antosianin dan senyawa sulfur, seperti glukosinolat, yang telah terbukti dapat membantu mengurangi toksisitas hati berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan.***