Ketahuilah kurang tidur bisa mengganggu kemampuan kognitif, memengaruhi memori, penalaran, dan keterampilan memecahkan masalah, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian Harvard Health.
Baca Juga: Ketahui Cara Melihat Quick Count Pemilu 2024 Agar Tak Tertinggal Informasi, Ini Yang Harus Dilakukan
Tidur satu jam lebih awal, tidak mengonsumsi alkohol dan kafein satu jam sebelum tidur, dan mengurangi paparan cahaya biru, semuanya dapat bertindak sebagai penghalang pelindung, menjamin pembaharuan dan perbaikan otak di malam hari.
Kebiasaan buruklainnya adalah menataplayar ponsel terlalu lama. Kondisi saat inisering disergap oleh layar yang menciptakan permadani digital yang memengaruhi cara hidup.
Di sisi lain, waktu menonton yang berlebihan bisa mengganggu keseimbangan ritme sirkadian yang dapat menyebabkan gangguan mood, kelelahan, dan insomnia.
Baca Juga: INI Kata Kadinkes Garut Tak Ada Ruangan Bagi Caleg Depresi Akibat Gagal Terpilih, Sebut Alasannya
National Institutes of Health memperingatkan bahwa waktu menatap layar yang lebih lama pada anak-anak dikaitkan dengan hasil tes kemampuan berpikir dan bahasa yang lebih buruk.
Batasi waktu pemakaian perangkat harian, ciptakan zona bebas layar setidaknya satu jam sebelum tidur untuk membantu Anda menavigasi labirin digital ini.
Kemudian minim asupan air. Sering kali terlupakan dalam aktivitas kita sehari-hari untuk minum.
Baca Juga: Ketahuilah Jenis makanan Ini Ancam Jaringan Otak, Anda Pasti Tak Menyadarinya, Ini Fakta
Padahal dehidrasi ringan pun dapat memengaruhi waktu reaksi, memori, dan perhatian. Pastikan minum cukup air sepanjang hari, terutama sebelum dan sesudah aktivitas fisik agar oasis di otak tetap terisi.
Kebiasaan lainnya yang dapat merusak otak adalah melewatkan sarapan. Sarapan yang secara luas dianggap sebagai waktu makan paling penting dalam sehari memberikan otak energi vital yang dibutuhkan guna menjalani hari.
Konsekuensi dari melewatkan waktu makan penting ini dijelaskan dalam penelitian Melewatkan Sarapan dan Asosiasinya dengan Perilaku Berisiko Kesehatan dan Kesehatan Mental.
Pembahasan itu menghubungkan dengan peningkatan stres dan kinerja akademis yang lebih buruk.