VIEWJABAR - Orang tua yang memiliki anak yang mengalami keterlambatan bicara dan bahasa atau speech delay, sebaiknya jauhkan dari gawai, Terapis Wicara, Bangkit Pratama menjelaskan alasannya.
Sekarang ini anak anak sejak usia dini sudah sangat lekat dengan gawai, bahkan mereka cenderung sulit untuk lepas dari gawai.
Kemajuan teknologi membuat semua orang tidak bisa lepas dari gawai sebagai alat komunikasi dan juga berdampak pada anak anak.
Baca Juga: Ali Rasyid, Jadikan Ramadhan Sebagai Momentum Meningkatkan Kesalehan Sosial
Perangkat gawai selain memberikan dampak manfaat yang begitu banyak tetapi juga memberikan dampak jelek terutama bagi anak-anak.
Jika orang tua memiliki anak yang mengalami keterlibatan bicara dan bahasa atau dikenal dengan sebutan Speech Delay, sebaiknya segera jauhkan dari gawai.
Terapis Wicara, Bangkit Pratama menjelaskan kalau anak terindikasi Speech Delay atau keterlambatan kemampuan bicara dan bahasa harus dijauhkan dari gawai.
Kenapa anak yang mengalami keterlambatan dalam kemampuan bicara dan bahasa harus dijauhkan dari gawai, karena tidak akan melatih kemampuan bicara anak.
"Jika sudah ada indikasi speech delay, put away all the devices. Gadget (gawai)tidak disarankan," kata Bangkit Pratama dilansir ViewJabar dari ANTARA Minggu 2 April 2023.
Kata Bangkit Pratama, gawai tidak disarankan bagi anak apalagi yang mengalami speech delay, karena sifatnya yang merupakan komunikasi satu arah.
Baca Juga: Inilah Tiga Hal yang Allah SWT Berikan Hanya Pada Saat Puasa Ramadhan Saja, Apa Saja Itu
Anak kata Bangkit Pratama, hanya mendapatkan input tidak dengan output. Hal ini mengakibatkan anak tidak dapat melatih kemampuan bicaranya.
Menurut Bangkit Pratama, metode yang lebih cocok untuk anak adalah metode permainan, karena komunikasi yang ada dalam sebuah permainan adalah komunikasi dua arah.
Selain itu, dalam metode permainan anak juga dilatih kemampuan motorik dan interaksinya. Nah kemampuan motorik dan interaksi seorang anak bisa mempengaruhi terhadap kemampuan bicaranya.