Baca Juga: Inilah Rukun Shalat Fardhu 5 Waktu, Lengkap dengan Tatacara dan Bacaan Arab serta Artinya
Di samping itu juga bisa mengalami gejala peritonitis seperti kelelahan, buang air kecil, tinja, atau gas lebih sedikit, sesak napas, detak jantung yang cepat dan pusing.
Hal ini menurut dia termasuk kondisi darurat medis yang membutuhkan perawatan medis segera karena dapat mengancam keselamatan jiwa.
Kata dr Muzal Kadim, nitrogen pada dasarnya zat yang tidak berbahaya, tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna.
Baca Juga: Hasil Survei, Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 Akan Menurun, IMF Menyebut Tahun yang Sulit
Zat ini bisa dipadatkan sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk cair dengan suhu minus 196 derajat untuk digunakan dalam pengolahan dan penyajian makanan.
Nitrogen cair dapat menguap secara cepat sehingga dapat membentuk gas seakan efek mengebul pada jajanan Chiki Ngebul.
Makanan-makanan tertentu yang disajikan dengan nitrogen cair ini seolah-olah mempunyai sensasi mengeluarkan asap.
"Selama dipakai dalam hal sesuai tidak masalah, hanya sebagai bahan untuk pendingin. Tapi kalau bahan cairnya tertelan, itu akan menimbulkan masalah," kata dr Muzal Kadim.
Untuk iru dibutuhkan pengelolaan yang baik terkait dengan nitrogen cair ini agar tidak menimbulkan masalah bagi kesehatan.
Bagi orang yang mengelola zat karena dia berisiko terkena luka dingin apabila melakukan kontak terlalu lama tanpa menggunakan pelindung.
Baca Juga: Selain Erick Thohir, Inilah Deretan Nama Calon Ketua Umum PSSI, Wajah Lama dan Wajah Baru
"Cara penyimpanan tidak boleh di ruang tertutup yang tidak kuat, dia (nitrogen) bisa mengembang dengan cepat bahkan meledak," kata Muzal Kadim.
Sebelumnya jajanan Chiki Ngebul yang menggunakan bahan campuran nitrogen cair telah banyak menelan korban anak anak yang mengalami keracunan.***