VIEWJABAR.COM-Berdasarkan Kalender Hijriah resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Dzulhijjah 2024 akan jatuh pada 8 Juni 2024.
Dianjurkan untuk kita berpuasa sunnah yang sebaiknya dikerjakan umat Islam pada awal bulan Dzulhijjah, anjuran itu mengingat banyaknya keutamaan di balik amalan tersebut.
Beberapa literasi tentang berpuasa di bulan Dzulhijjah menyebutkan, awal Dzulhijjah hingga tanggal 9 Dzulhijjah. Artinya, hingga menjelang Idul Adha dianjurkan untuk berpuasa.
Dikutip dari situs Nahdlatul Ulama, Rasulullah SAW bersabda bahwa mengerjakan puasa sunnah sehari di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah setara dengan setahun berpuasa sunnah.
Baca Juga: BOSAN dengan Olahan Daging Kurban yang Itu-itu Saja? Coba Resep Ini! Save Buat Persiapan Idul Adha!
Bukan hanya itu, masih banyak keutamaan berpuasa di sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, yang diambil dari berbagai sumber, antara lain:
1. Pahala Yang Berlipat Ganda
Berpuasa di sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah akan dilipatgandakan pahalanya bahkan setara dengan berpuasa sunnah selama satu tahun. Rasullullah SAW., bersabda yang artinya:
"Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar" (HR At-Tirmidzi).
Adapun berdasarkan penjelasannya, maksud dari sebanding dengan satu tahun puasa pada hadits di atas ialah, satu tahun puasa sunnah, bukan puasa Ramadhan (Mula Al-Qari', Mirqâh Al-Mafâtîh, juz 3, h. 520).
Baca Juga: Inilah Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Nabi Muhammad SAW Biasa Puasa 9 Hari Sebelum Idul Adha
2. Menghapus Dosa
Berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) dapat menghapus dosa selama dua tahun. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:
"Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu" (HR Muslim).
Menurut mayoritas ulama, dosa-dosa yang dihapus sebab puasa Arafah adalah dosa kecil (An-Nawawi, Syarah Muslim, juz 3, h. 113).