"Saking dahsyatnya malam Lailatul Qadar semua Malaikat turun ke bumi," kata Ustadz Adi Hidayat.
Kata Ustadz Adi Hidayat, Malaikat menyamar jadi manusia. Dan saking banyaknya semua Malaikat turun, bumi menjadi padat.
Baca Juga: Hebat, Ronda Malam di Sodonghilir Berhasil Amanakan Pelaku Pencurian Kerbau, Begini Caranya
Saking padatnya bumi oleh Malaikat maka bumi tersebut menjadi hening dan tenang tidak bersuara.
Jika diibaratkan seperti bejana yang diisi penuh hingga tidak terdengar suara kosongnya bejana tersebut karena padatnya benda di dalamnya.
Angin berisik tidak ada, suara bising tidak ada. Itulah suasana malam Lailatul Qadar di mana bumi dipadati Malaikat.
Lalu kapan malam Lailatul Qadar itu muncul, ternyata tidak ada yang spesifik kapan Lailatul Qadar muncul di bulan Ramadhan.
Baca Juga: Bagi Warga Cigadog, Kolang-kaling Membawa Berkah di Bulan Ramadhan Ini
"Namun Nab Muhammadi SAW pernah mimpi ditampakkan malam Lailatul Qadar tersebut di malam bulan Ramadhan," kata Ustadz Adi Hidayat.
Nabi Muhammad SAW sedang dalam keadaan sholat, tahiyat dan ketika salam nampak lumpur di keningnya. Karena jaman dulu alas mesjid masih tanah.
Ketika Nabi Muhammad SAW bangun, oleh Allah SWT dibuat lupa waktunya kapan dan malam ke berapa. Namun tanda tersebut masih nampak.
Baca Juga: Jelang Detik Detik Ramadhan Berakhir, Ini Nyata
Keesokan harinya ketika Nabi Muhammad SAW sholat dan salam, tampak di keningnya lumpur. Maka sahabat baru menyadari kalau kemarin adalah malam Lailatul Qadar.
Namun di keesokan harinya nampak suasana alam begitu tenang. Tidak mendung dan tidak terang. Terlihat tumbuh tumbuhan sejuk seperti sudah bersujud.
Maka jika di bulan Ramadhan anda menemukan sendiri satu malam yang begitu nikmat sejuk menenangkan di hati. Maka itulah malam Lailatul Qadar.