Bagi Warga Cigadog, Kolang-kaling Membawa Berkah di Bulan Ramadhan Ini

photo author
Silmi Kaffatan, View Jabar
- Sabtu, 8 April 2023 | 10:49 WIB
Masyarakat Cigadog mengolah kolang-kaling dan di bulan Ramadhan ini kolang-kaling menjadi berkah bagi masyarakat. Foto / Viewjabar / Fakhira/
Masyarakat Cigadog mengolah kolang-kaling dan di bulan Ramadhan ini kolang-kaling menjadi berkah bagi masyarakat. Foto / Viewjabar / Fakhira/

VIEWJABAR - Kolang - kaling atau Cangkaleng benar benar telah membawa berkah bagi kehidupan masyarakat, terutama saat bulan Ramadhan seperti sekarang ini. 

Keberadaan kolang-kaling kaling atau cangkaleng secara langsung telah memberi dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat di Tasikmalaya.

Di kampung desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya misalnya, setip bulan Ramadhan, masyarakat beramai ramai bekerja menjadi buruh pengolah kolang-kaling atau cangkaleng 

Baca Juga: Jelang Detik Detik Ramadhan Berakhir, Ini Nyata

"Alhamdulilah di sini mah pak, setiap menjelang bulan Ramadhan, masyarakat teh ada pekerjaan mengolah cangkaleng, " kata Hendi ketua RT kampung/Desa Cigadog Kecamatan Leuwisari.

Di kampung Cigadog tersebut, hampir di setiap rumah terlihat kumpulan masyarakat yang sedang mengolah kolang-kaling atau cangkaleng.

Di kampung Gurawilan desa Cigadog, menurut Hendi tak kurang dari  10 tempat atau rumah yang dijadikan tempat untuk mengolah kolang-kaling atau cangkaleng.

Baca Juga: Jalan Raya Singaparna Sariwangi Sudah Lama Dibiarkan Rusak, Arif Rahman Katakan Ini

"Biasanya kalau yang bagian mengolah cangkaleng nya mah  kebanyakan ibu ibu, kalau kaum pria nya biasanya bagean  mencari bahannya ke gunung, dan mencari kayu bakarnya untuk menggodog buah cangkalengna," kata Hendi.

"Sekalipun penghasilannya minim, tapi Alhamdulillah paj,  bisa membantu untuk kebutuhan sehari hari," kata Nenah.

Nenah mengaku sudah puluhan tahun setiap menjelang bulan Ramadhan bekerja sebagai pengolah kolang-kaling atau cangkaleng.

Baca Juga: Anak Ada Indikasi Alami Keterlambatan Bicara dan Bahasa, Sebaiknya Jauhkan Dari Gawai, Ini Alasannya

Para pekerja pengolah kolang-kaling atau cangkaleng tersebut biasa bekerja mulai dari pukul 07.00 WIB pagi hingga pukul 12.00 WIB siang

Sedangkan bahan baku kolang-kaling atau cangkaleng yang biasa di sebut Caruluk, selain di dapat dari gunung yang berada di sekitaran kampung tersebut, ada juga yang di datangkan dari luar daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Silmi Kaffatan

Sumber: Liputan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ada Apa di Pulau Kunti? Simak Penjelasannya di Sini

Minggu, 11 Februari 2024 | 07:46 WIB
X