Jelang Detik Detik Ramadhan Berakhir, Ini Nyata

photo author
Budi SK, View Jabar
- Kamis, 6 April 2023 | 05:46 WIB
 (Dok. Pribadi)
(Dok. Pribadi)

Catatan : Drs. Aam Abdullah, M.,S.Pd., MM
(Kepala SMAN 5/Ketua MKKS Kota Tasikmalaya)


Detik detik akhir jelang bulan Ramadhan auranya sudah terasa. Perpaduan sentrifugal iman bertarikan iman dengan kekuatan sentripetal dunia pun, makin nampak.

Masjid yang sedianya padat diisi orang beritikaf, kini nampak jelas sudah mulai pudar.

Baca Juga: Jalan Raya Singaparna Sariwangi Sudah Lama Dibiarkan Rusak, Arif Rahman Katakan Ini

Lain halnya dengan mall sebagai pusat belanja yang selalu padat dengan banyak orang yang berjibaku untuk menyiapkan lebaran.

Kondisi itu makin terasa manakala setiap ruas jalan kondisinya macet. Semua proyek pembangunan terancam mangkrak dan tak bisa diselesaikan sesuai tander yang disepakati.

Tidak hanya itu, pegawai kantor sudah mulai berkemas dan merapikan dokumen serta menunda agenda yang berat untuk dikerjakan di kemudian hari, usai lebaran.

Baca Juga: Anak Ada Indikasi Alami Keterlambatan Bicara dan Bahasa, Ganti Jauhkan Dari Gawai, Ini Alasannya

Semua sudah memaklumi akan hal itu. Belum lagi mudik telah digadang-gadang, ada yang sejatinya pulang untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung.

Namun ada pula yang nyatanya hanya untuk berlibur. Keperluan kendaraan pun disiapkan.

THR (Tunjangan Hari Raya) menjadi kata yang paling populer dibahasa, dituntut bahkan ada yang didemo dengan beringas. Keseluruhannya menjadi bagian dari dinamika akhir Ramadhan.

Baca Juga: Ali Rasyid, Jadikan Ramadhan Sebagai Momentum Meningkatkan Kesalehan Sosial

Allah SWT tentu memahami sifat manusia yang mudah tersedot oleh kekuatan magnetik kepentingan pendek. Bila tak dikendalikan maka semua ibadah yang dikerjakan akan menjadi sia-sia dan berujung pada akhir yang buruk.

Oleh karena itu, Allah mengingatkan ada 'lailatul qadr' di akhir Ramadhan dan Rasulullah menyatakan saat ini adalah marhalah 'itqun minan naar' (penjagaan dari api neraka) setelah melewati fase 'maghfirah' (ampunan) dan 'rahmah' (kasih sayang).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi SK

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X