Kejagung Sempat Tangkap Jenderal Polisi
Secara terpisah, Kejagung sempat menetapkan perwira tinggi Polri, Lalu Muhammad Iwan Mahardan sebagai tersangka baru dugaan korupsi MBG.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman sempat menyatakan pihaknya telah membongkar peran Jenderal Polri itu yang kala itu menjabat sebagai Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN.
"Beberapa hari yang lalu, kami menetapkan satu orang tersangka lagi yaitu saudara LMI (Lalu Muhammad Iwan)," ungkap Syarief dalam keterangannya di Gedung Kejagung, Jakarta, pada Kamis, 2 Juli 2026.
"Yang bersangkutan sempat menjabat selaku Kepala Biro Hukum dan Humas BGN sampai Maret 2025, dan saat ini menjabat selaku Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama pada BGN," bebernya.
Dalam kasus ini, Lalu Muhammad Iwan diduga memanfaatkan taji jabatannya dengan memerintahkan 2 saksi kunci berinisial YCS dan RD, untuk mendirikan satu perusahaan swasta fiktif.
Kejagung mengklaim, perusahaan tersebut sengaja didirikan sebagai sarana tunggal untuk memonopoli penjualan alat kelengkapan wadah makanan berupa wadah saji (food tray) alias ompreng besi, kepada para calon mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pada akhirnya, kasus yang menjerat pejabat Polri hingga Jampidsus itu lantas menuai sorotan tajam sebagian kalangan yang menilai bobroknya skandal korupsi yang membayangi aparat penegak hukum di Tanah Air.***
Artikel Terkait
Kafe de'Clan Cipete Digeledah, Polisi Sita Brankas Dinding Berisi Dolar Terkait Korupsi BUMN
Rumah Jampidsus Dijaga TNI, Usai Polisi Temukan Brankas Rahasia di Kafe de'CLAN Signature Cipete
Polisi Sita Emas 74 Kg Senilai Rp 476 Miliar dari Brankas Rahasia di Sentul Imbas Kasus Korupsi Batu Bara
Mapolda Metro Jaya Mencekam, 50 Pria Berambut Cepak Datang Usai Rumah Jampidsus Digeledah
Rekam Jejak Jampidsus Febrie Adriansyah yang Rumahnya Dijaga TNI: Pernah Tangani Kasus Korupsi Jiwasraya hingga Asabri