VIEWJABAR - Lembaga Survai Indonesia (LSI) kembali menggelar survai paslon Capres-Cawapres jelang pencoblosan pada 14 Februari 2024 di Pemilu 2024.
Hasil LSI tersebut mempengaruhi pada masing masing elektabilitas paslon Capres-Cawapres jelang pencobolosan yang tinggal menyisakan hitungan minggu.
Pada survai yang dilakukan sejumlah LSI tersebut menyebutkan perebutan elektabilitas paslon Capres-Cawapres saling kejar mengejar angka, terlebih jelang debat capres berikutnya.
Berikut hasil survai sejumlah LSI yang dilakukan terhadap paslon capres-cawapres jelang hari pencoblosan pada 14 Februari 2024.
LSI IPSOS menyebutkan hasil survai terbaru yang melibatkan responden sebanyak 2000, tersebar di 34 provinsi yaitu, Prabowo-Gibran 48,05 persen, berikutnya disusul Anies-Muhaimin 22,80 persen. Selanjutnya pasangan Ganjar-Mahfud 18,35 persen.
Hasil survai Ipsos inidilakukan pada rentan waktu 27 Desember 2023 hingga 5 Januari 2024. Sedangkan responden yang tidak menentukan 11,80 persen. Ini berbeda dengan hasil survai yang dilakukan LSI Median.
Median menyebutkan hasil survai yang dilakukan dari 23 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024 yang melibatkan responden 1.500 dari berbagai wilayah di tanah air.
Survai ini menunjukan elektabilitas Anies-Muhaimin menyalip Ganjar-Mahfud, dengan perolehan masing masing Prabowo-Gibran 43,1 persen. Anies-Muhaimin 26,8 persen. Dan Ganjar-Mahfud 20,1 persen.
Sementara itu hasil dari LSI IPO pun menyebutkan elektabilitas Anies-Muhaimin naik. Survai ini dilakukan pada tanggal 1 hingga 7 Januari 2024.
Baca Juga: Sayang Jika Dilewatkan, Inilah Manfaat Belimbing Wuluh bagi Kesehatan, Simak Pemaparannya di Sini
Survai ini melibatkan 1200 responden yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan Margin of error penelitian sebesar 2.5 persen dan tingkat akurasi data 95 persen.
Dengan perolehan Prabowo-Gibran 42,3 persen. Anies-Muhaimin 34,5 persen. Dan Ganjar-Mahfud 21,5 persen.