"Ke 20 orang pendaki kemungkinan sudah mulai turun ke bawah," kata Ardi Andono.
Pihak BKSDA Sumbar sebelumnya sudah melakukan penutupan terhadap jalur pendakian pada akhir tahun 2022 hingga 2 Januari 2023 lalu, karena aktivitas gempa bumi terus meningkat.
Namun kini setelah gunung Marapi terjadi erupsi, jalur pendakian ke gunung Marapi kembali ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat terjadi erupsi sampai 7 kali hingga Sabtu siang.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 06.11 WIB dengan ketinggian semburan abu vulkanik mencapai 300 meter di atas puncak gunung dengan durasi 45 detik.
Baca Juga: Cara Membuat Long Cassava yang Garing Renyah hingga ke Dalam, Peluang Usaha Camilan dari Singkong
Erupsi kedua terjadi pukul 09.44 WIB dengan semburan abu vulkanik setinggi 200 meter yang terekam seismograf 2,4 mm, berdurasi 1 menit 49 detik.
Erupsi ketiga terjadi pukul 10.34 WIB dengan ketinggian abu vulkanik 250 meter yang terekam seismograf beramplitudo 11 mm berdurasi 40 detik.
Erupsi keempat terjadi pukul 11.35 WIB, namun tidak teramati secara visual lantaran tertutup kabut tebal meski terekam seismograf 4,5 mm berdurasi 30 detik.
Baca Juga: Masih Ingat Harun Masiku? Tersangka Penyuap Komisioner KPU Hendra Setiawan Ini Kini Terdeteksi
Erupsi kelima terjadi pukul 11.44 WIB tidak teramati karena tertutup kabut pekat beramplitudo 2,2 mm durasi 31 detik.
Erupsi keenam terjadi pukul 12.30 WIB tidak teramati meskipun terekam seismograf 23.4 mm berdurasi 39 detik.
Erupsi ketujuh terjadi pada pukul 14:51 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak.
Status gunung Marapi berada pada level II atau waspada, warga tidak boleh mendekati radius 3 kilo ke lokasi puncak gunung Marapi.***