Cicip Ayam MBG, Kepala SPPG Malah Muntah! 94 Paket untuk Siswa Langsung Ditarik

photo author
Astriyani., View Jabar
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:07 WIB
Menyoroti viralnya kasus dugaan paket MBG kedaluwarsa yang ditarik SPPG Karanganyar Jawa Tengah usai sempat dibagikan ke sekolah.  (Instagram.com/@katakitaig)
Menyoroti viralnya kasus dugaan paket MBG kedaluwarsa yang ditarik SPPG Karanganyar Jawa Tengah usai sempat dibagikan ke sekolah. (Instagram.com/@katakitaig)

KARANGANYAR, ViewJabar.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini, puluhan paket MBG yang sedianya dibagikan kepada 94 siswa SDN 2 Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, mendadak ditarik kembali pada Rabu (12/8/2026).

Bukan tanpa alasan, langkah tersebut diambil setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati menemukan indikasi masalah pada salah satu menu, yakni ayam rempah.

Kepala SPPG Jati, Abra Yodara, mengungkapkan persoalan itu diketahui saat proses produksi memasuki batch kedua sekitar pukul 05.00 WIB.

Sebelumnya, produksi batch pertama disebut berjalan aman berdasarkan pemeriksaan internal. Namun, saat batch kedua berlangsung, staf dan ahli gizi melaporkan adanya kejanggalan pada masakan ayam.

Aroma dan rasa ayam disebut tidak seperti biasanya.

Merasa ada yang janggal, Abra langsung turun tangan untuk memeriksa makanan tersebut. Ia bahkan ikut mencicipi ayam yang dicurigai bermasalah.

Namun, bukannya mendapat kepastian, Abra justru mengalami muntah setelah mencicipinya.

"Saya cicipi sendiri dan rekan-rekan juga mencicipi, tapi yang berdampak ke saya, muntah," ujar Abra, Kamis (13/8/2026).

Meski demikian, Abra menegaskan dirinya tidak mengalami diare. Keluhan yang dirasakan setelah mencicipi makanan tersebut berupa muntah.

Dua Baskom Ayam Dicurigai Bermasalah

Abra mengatakan, saat bahan makanan pertama kali diterima, kondisi ayam dinilai masih baik.

Kecurigaan baru muncul ketika ayam tersebut masuk ke proses pemasakan batch kedua. Dari pemeriksaan internal, terdapat sekitar dua baskom ayam yang dianggap bermasalah.

Ia memperkirakan sekitar 10 persen bahan ayam mengalami kondisi tersebut. Namun, angka itu masih sebatas perkiraan dan bukan hasil pemeriksaan laboratorium.

"Baru perkiraan kami, karena memang saya cek itu ada dua baskom yang bermasalah. Itu tidak semuanya rusak, tapi saya takut ada apa-apa," jelasnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Astriyani.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X