VIEWJABAR.COM - Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, menanggapi kericuhan yang terjadi setelah laga antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada 23 September.
Ia mengecam tindakan kekerasan oknum suporter yang menyerang petugas keamanan (steward) dan menegaskan bahwa kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam dunia sepak bola.
"Kekerasan tidak bisa dibenarkan atas alasan apa pun. Kami berdiri bersama korban dan sepakat bahwa tidak ada tempat untuk kekerasan atau pelecehan di stadion," kata dia.
Baca Juga: Persib Maung Bandung Siap Terkam Macan Kemayoran di Stadion Si Jalak Harupat
Ia juga menyoroti masalah mendasar terkait komunikasi antara klub dan suporter. Diungkapkan bahwa pola komunikasi yang tidak efektif seringkali memicu ketegangan dan kesalahpahaman antara manajemen klub dan Bobotoh.
Ia menegaskan bahwa kejadian kemarin merupakan akumulasi kekecewaan yang diekspresikan secara berlebihan karena masalah-masalah sebelumnya yang tidak pernah terselesaikan.
"Ya itu akumulasi kekecawaan berlebihan," kata Tobias seraya mengingatkan bahwa membalas kekerasan dengan kekerasan hanya akan memperburuk situasi.
Baca Juga: TAK HANYA 'Kadeudeuh', Pemain Persib Juga Dapat Tawaran Ini dari Bey Machmudin, Usai Jawarai Liga 1
Kericuhan itu terjadi terkait dugaan perselisihan saat laga sebelumnya melawan Port FC, di mana steward diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap suporter.
"Jika kita membalas dengan kekerasan, kita sama saja dengan pelaku kekerasan itu," kata dia.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan berkomitmen untuk mengambil tanggung jawab jika terbukti ada anggota Viking yang terlibat.
Baca Juga: Majalengka Gelar Bursa Kerja, Tersedia 4.718 Lowongan Pekerjaan dari 30 Perusahaan, Tengok yuk!
"Sebagai Ketua Umum Viking Persib Club, saya meminta maaf atas peristiwa ini. Saya siap bertanggung jawab jika ada anggota yang terlibat dalam kekerasan," ujarnya seraya berharap agar seluruh korban segera pulih.
Kericuhan tersebut terjadi setelah wasit asal Malaysia, Muhammad Nazmi, meniup peluit panjang yang menandai berakhirnya pertandingan dengan skor 2-0 untuk Persib.
Para oknum suporter dari tribun selatan dan utara turun ke lapangan, menyerang steward dengan botol minuman dan kursi, serta merusak pagar yang membatasi area tribun dan lapangan.
Artikel Selanjutnya
Hadapi Persik Kediri Pada Lanjutan BRI Liga 1 Pekan ke-22, Alberto Rodriguez Siap Tampil dan Bertekad Mempertahankan Tren Positif PERSIB
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Hadapi Persik Kediri Pada Lanjutan BRI Liga 1 Pekan ke-22, Alberto Rodriguez Siap Tampil dan Bertekad Mempertahankan Tren Positif PERSIB
Catatan Tak Terkalahkan Persib Bandung Terhenti, David da Silva: Semua Pemain Sudah Bekerja Keras Namun Hasil Belum Sesuai Harapan
Perburuan Tiket Championship Series Semakin Ketat, Bojan Hodak Minta Skuad Persib Bandung Lebih Produktif Dalam Mencetak Gol
Langgar Regulasi PSSI Soal Larangan Tim Tamu Datang ke Stadion, PERSIB Sesalkan Bobotoh yang Tetap Memaksa Datang ke Bali
Tembus Fase Final Turnamen Nusantara Open 2023, PERSIB U-17 Berambisi Pertahankan Gelar Juara
TAK HANYA 'Kadeudeuh', Pemain Persib Juga Dapat Tawaran Ini dari Bey Machmudin, Usai Jawarai Liga 1
Persib Maung Bandung Siap Terkam Macan Kemayoran di Stadion Si Jalak Harupat