Makanan Paling Mematikan di Dunia, Sebabkan 20 Ribu Kematian per Tahun, Kenapa Masih Digemari?

photo author
AR Rachmawati, View Jabar
- Selasa, 30 Juli 2024 | 09:15 WIB
Ilustrasi makanan berbahaya. (Polina Tankilevitch/Pexels)
Ilustrasi makanan berbahaya. (Polina Tankilevitch/Pexels)

VIEWJABAR.COM - Makanan ini mendapat julukan sebagai salah satu makanan paling mematikan di dunia.

Pasalnya, hidangan tradisional yang populer di Laos dan wilayah Isaan, Thailand, ini, dinilai bertanggung jawab dalam menyebabkan 20.000 kematian per tahun.

Namanya adalah koi pla, makanan sejenis salad yang terbuat dari ikan cincang mentah, air perasan lemon, sejumlah rempah dan herba.

Baca Juga: Sepuluh Tahun Pergi dari Rumah, Saat Pulang Istri dan Anak Sudah Jadi Kerangka

Dilansir View Jabar dari Oddity Central, Selasa, 30 Juli 2024, masalah utama dalam hidangan ini adalah ikan, tepatnya parasit yang hidup di dalamnya.

Koi pla biasanya dibuat dari ikan air tawar mentah yang hidup di Sungai Mekong, yang sering terkontaminasi parasit cacing pipih.

Seperti diketahui, cacing pipih adalah penyebab salah satu jenis kanker paling agresif di dunia, yaitu kolangiokarsinoma atau kanker saluran empedu.

Dan, penyakit itulah yang menyebabkan kematian sekitar 20.000 orang di Thailand saja, belum termasuk Laos.

Baca Juga: Pilbup Sumedang 2024 Ditakar Senator, Bunda Eni Sumarni: Waspadai Bouwheer Dibelakang Paslon

Konon, satu suapan koi pla secara teknis cukup untuk bisa menyebabkan kanker saluran empedu.

Penyakit kanker empedu sendiri dikenal sebagai "pembunuh diam-diam" karena memiliki salah satu tingkat kesembuhan terendah tanpa operasi.

Dan faktanya, Isaan, provinsi terbesar di Thailand, memiliki kasus kanker saluran empedu tertinggi di dunia sebagai akibat dari popularitas koi pla yang tak tergoyahkan.

Baca Juga: Indonesia Juara Piala AFF U-19, Kalahkan Thailand 1-0 Lewat Gol Jens Raven, Kesuksesan Tahun 2013 Terulang Kembali

Pengujian ekstensif yang dilakukan oleh Dr. Khuntikeo di Provinsi Isaan, Thailand, menemukan, 80% penduduk wilayah tersebut telah menelan cacing gelang hidup.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: AR Rachmawati

Sumber: Oddity Central

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X