VIEWJABAR.COM - Makanan ini mendapat julukan sebagai salah satu makanan paling mematikan di dunia.
Pasalnya, hidangan tradisional yang populer di Laos dan wilayah Isaan, Thailand, ini, dinilai bertanggung jawab dalam menyebabkan 20.000 kematian per tahun.
Namanya adalah koi pla, makanan sejenis salad yang terbuat dari ikan cincang mentah, air perasan lemon, sejumlah rempah dan herba.
Baca Juga: Sepuluh Tahun Pergi dari Rumah, Saat Pulang Istri dan Anak Sudah Jadi Kerangka
Dilansir View Jabar dari Oddity Central, Selasa, 30 Juli 2024, masalah utama dalam hidangan ini adalah ikan, tepatnya parasit yang hidup di dalamnya.
Koi pla biasanya dibuat dari ikan air tawar mentah yang hidup di Sungai Mekong, yang sering terkontaminasi parasit cacing pipih.
Seperti diketahui, cacing pipih adalah penyebab salah satu jenis kanker paling agresif di dunia, yaitu kolangiokarsinoma atau kanker saluran empedu.
Dan, penyakit itulah yang menyebabkan kematian sekitar 20.000 orang di Thailand saja, belum termasuk Laos.
Baca Juga: Pilbup Sumedang 2024 Ditakar Senator, Bunda Eni Sumarni: Waspadai Bouwheer Dibelakang Paslon
Konon, satu suapan koi pla secara teknis cukup untuk bisa menyebabkan kanker saluran empedu.
Penyakit kanker empedu sendiri dikenal sebagai "pembunuh diam-diam" karena memiliki salah satu tingkat kesembuhan terendah tanpa operasi.
Dan faktanya, Isaan, provinsi terbesar di Thailand, memiliki kasus kanker saluran empedu tertinggi di dunia sebagai akibat dari popularitas koi pla yang tak tergoyahkan.
Pengujian ekstensif yang dilakukan oleh Dr. Khuntikeo di Provinsi Isaan, Thailand, menemukan, 80% penduduk wilayah tersebut telah menelan cacing gelang hidup.
Artikel Terkait
Kisah Selingkuh Menantu dengan Ibu Mertua, Direstui Ayah Mertua, Hingga Akhirnya Menikah, Kok Bisa?
11 Drakor yang Akan Tayang Agustus 2024 Ini, Ada Love Next Door Hingga No Gain No Love
Sepuluh Tahun Pergi dari Rumah, Saat Pulang Istri dan Anak Sudah Jadi Kerangka