Meskipun tidak semua dari mereka menderita kanker saluran empedu, risiko kematian di kemudian hari tetap tinggi.
Namun anehnya, popularitas koi pla tak pernah surut dan masyarakat setempat masih saja mengonsumnya. Kenapa ini terjadi?
Baca Juga: 11 Drakor yang Akan Tayang Agustus 2024 Ini, Ada Love Next Door Hingga No Gain No Love
Lantas, walaupun bahayanya sangat tinggi, kenapa koi pla tetap populer di Laos dan wilayah Isaan, Thailand?
Ternyata, masalahnya terletak pada mindset masyarakat di wilayah tersebut.
Beberapa orang hanya akan berkata seperti, "Yah, ada banyak cara untuk mati."
Sementara yang lain mengklaim bahwa memasak ikan sebelum menambahkannya ke dalam hidangan akan merusak rasanya.
Generasi tua yang tumbuh besar dengan koi pla bahkan jauh lebih enggan untuk meninggalkannya karena menilainya sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Apakah anda tertarik untuk mencoba uji nyali dan mengonsumsi makanan paling berbahaya di dunia ini?***
Artikel Terkait
Kisah Selingkuh Menantu dengan Ibu Mertua, Direstui Ayah Mertua, Hingga Akhirnya Menikah, Kok Bisa?
11 Drakor yang Akan Tayang Agustus 2024 Ini, Ada Love Next Door Hingga No Gain No Love
Sepuluh Tahun Pergi dari Rumah, Saat Pulang Istri dan Anak Sudah Jadi Kerangka