Baca Juga: Emak-Emak Di Bandung Menjerit, Harga Beras Dan Telur Nanjak
Pada tahun 1628, Sultan Agung Mataram memerintahkan Dipati Ukur dan Tumenggung Bahureksa untuk tinggal di wilayah Bandung.
Hal itu dilakukan untuk menggempur kekuatan kompeni Belanda di daerah Batavia atau Jakarta.
Dari wilayah Bandung inilah Dipati Ukur bisa mantau bahkan menyerang kekuatan kompeni Belanda di Batavia atau Jakarta.
Baca Juga: Resep Sederhana dari dr Zaidul Akbar Untuk Meningkatkan Kecerdasaan Anak, Berikan Tiap Hari
Sehingga wilayah Bandung di masa lalu dikenal sebagai Tatar Ukur karena dipimpin oleh Dipati Ukur.
3 - Jalur Sungai Citarum
Di masa lalu sama sekali tidak ada jalan darat yang bisa dilalui ke wilayah Bandung baik dari arah Cianjur dan Jakarta juga dari arah Garut dan Tasikmalaya.
Jalur satu satunya yang bisa dilalui untuk bisa ke Bandung adalah menggunakan jalan sungai Citarum atau pun sungai Cimanuk.
Untuk bisa sampai ke Bandung harus menggunakan perahu atau rakit melewati jalur sungai Citarum dan sungai Cimanuk.
Baca Juga: Heboh, Pelatih Panjat Tebing di Jakarta Timur, Dipukuli Atletnya
Akses jalan pertama yang dibangun ke Bandung dilakukan pada tahun 1786 yang dilakukan oleh Pieter Engelhard.
Itu pun bukan jalan yang bisa dilalui kendaraan tetapi masih berupa jalan setapak untuk perjalanan kuda saja.
Akses jalan ke Bandung baru dibangun pada abad ke 18 ketika Herman Willem Daendels menjadi gubernur Jenderal Hindia Belanda.
4 - Bandung Kota Kembang