Ratusan Rumah Hancur Dampak Gempa Bumi, 4,0 (M) dan 4,6 (M), Ratusan Warga Kabandungan Kabupaten Sukabumi Tinggal Ditenda Pengungsian !

photo author
Asof, View Jabar
- Jumat, 15 Desember 2023 | 14:18 WIB
Warga Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi, tinggal ditenda sementara akibat rumahnya rusak terdampak gempabumi 4,0 (M) dan 4,6 (M) belum lama ini (Instagram @bpbd.kabsukabumi)
Warga Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi, tinggal ditenda sementara akibat rumahnya rusak terdampak gempabumi 4,0 (M) dan 4,6 (M) belum lama ini (Instagram @bpbd.kabsukabumi)

VIEWJABAR - Gempabumi yang terjadi secara beruntun dengan kekuatan 4,0 Magnitudo pada 8 Desember 2023 dan 4,6 Magnitudo pada Kamis 14 Desember 2023 melanda Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Pusat gempa pertama berada di titik koordinat di darat 25 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi pada kedalaman 10 kilometer.

Sedangkan pada gempa kedua di titik koordinat di darat 25 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi pada kedalaman 5 kilometer. 

Baca Juga: SEGERA DIRESMIKAN ! Jembatan Otista Bogor Akan Diresmikan Pj Gubernur Jawa Barat, Bima Arya : Dibuka Mulai Senin Pagi dengan Sistem Satu Arah (SSA)

Ratusan rumah warga rusak

Dampak dari gempa beruntun tersebut, menyebabkan ratusan rumah warga di Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi mengalami kerusakan. Dan warga terpaksa diungsikan ke tenda - tenda darurat.

Analisa BMKG

Kepala Stasiun Geofisika kelas III BMKG Sukabumi, Agung Sabtaji menjelaskan bahwa hingga saat ini, sesar yang menjadi penyebab gempabumi di Sukabumi belum teridentifikasi dan terpetakan dengan baik.

Oleh karena itu,pihaknya masih perlu melakukan pengkajian lebih lanjut terkait gempa yang terjadi saat ini.

Baca Juga: Tren COVID-19 di Indonesia Alami Peningkatan di 21 Provinsi, Kementerian Kesehatan RI Imbau Masyarakat Waspada

"Analisa awal dari BMKG menunjukan bahwa gempa ini adalah gempabumi tektonik karena aktivitas sesar. Untuk hubungannya dengan panas bumi geothermal yang dicurigai menjadi penyebab gempa, masih perlu kita kaji lebih lanjut," ujarnya.

Agung menambahkan bahwa Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) di Bandung, yang terdiri dari beberapa ahli kegempaan dan peneliti, belum mampu memetakan geometri sesar di sekitar wilayah Halimun Salak dengan baik.

"Kami belum mengetahui penamaan sesar di Halimun Salak. Harapanya penelitian lebih lanjut dapat mengidentifikasi sesar yang menyebabkan gempa di sini," katanya.

Baca Juga: Turunkan Komposisi Pemain Terbaiknya, Bojan Hodak Optimis Raih Hasil Positif Pada Laga Menghadapi Bali United

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Asof

Sumber: Instagram @bpbd.kabsukabumi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X