VIEWJABAR - Gempa bumi berkekuatan 4,6 Magnitudo yang berpusat di darat 25 km Barat Laut dengan kedalaman 5 km Kabupaten Sukabumi terjadi Kamis, 14 Desember 2023 pagi, berdampak pada warga di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor.
Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat data per hari ini Kamis pukul 13.00 WIB gempa berdampak terhadap 347 warga dengan rincian 309 warga Kabupaten Bogor.
Sementara di Kabupaten Sukabumi tercatat 105 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa tersebut, diantaranya 11 rumah rusak berat, 36 rusak sedang dan 58 rusak ringan.
Baca Juga: BPBD : 61 Rumah Terdampak Gempa Bumi 4,6 Magnitudo di 7 Desa 4 Kecamatan di Kab. Bogor, BMKG : 55 Kali Gempa, Terendah 1,7 (M) Tertinggi 4,6 (M)
Selanjutnya dampak kerusakan juga tercatat pada sejumlah bangunan. Kaji cepat sementara mencatat, 8 rumah rusak sedang dan 81 rumah rusak ringan di Kabupaten Bogor. Sementara 2 rumah rusak sedang dan 5 rumah rusak ringan terjadi di Kabupaten Sukabumi.
Dampak Gempa di Kabupaten Bogor
Berdasarkan kaji cepat BPBD Kabupaten Bogor, hingga saat ini tercatat 81 rumah rusak ringan dan 8 rumah rusak sedang, 309 jiwa terdampak.
Adapun 309 warga yang terdampak gempa tersebut terdiri dari 7 desa di empat kecamatan, yakni Kecamatan Pamijahan, Leuwiliang, Nanggung dan Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Warga yang rumahnya mengalami rusak ringan, terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman, untuk mencegah terjadinya hal - hal yang tidak diinginkan, sementara warga yang rumahnya mengalami rusak ringan diminta tetap waspada, apabila terjadi gempa susulan.
Dampak Gempa di Kabupaten Sukabumi
Dari hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Sukabumi, tercatat
105 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa tersebut, diantaranya 11 rumah rusak berat, 36 rusak sedang dan 58 rusak ringan.
Warga yang terdampak tersebar di Kecamatan Kabandungan, Kalapanunggal, Kadudampit dan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Kabandungan Yusuf mengatakan, dampak gempa yang paling banyak terdapat di lima desa Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
"Kelima desa tersebut meliputi desa Cipeuteuy, Cihamerang, Kabandungan,Kekarjaya dan desa Tugubandung dengan jumlah Rumah rusak ringan 144 unit, rusak sedang 40 unit dan rusak berat 2 unit, total keseluruhan 186 unit," Ujar Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Yusuf.
Rekomendasi Badan Geologi
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari petugas BPBD setempat, tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, dan jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi.
Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan dari BPBD setempat. Hindari tempat mengungsi pada sisi lereng.
Bangunan di Kabupaten Sukabumi dan Bogor harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
Oleh karena wilayah Kabupaten Sukabumi dan Bogor tergolong rawan gempa bumi terutama yang bersumber dari sesar aktif di darat, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan non struktural.
Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya sesar permukaan dan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.
Apabila terjadi retakan tanah harus segera ditutup agar air tidak meresap yang dapat berkembang menjadi bidang gelincir gerakan tanah.***