Mereka melakukan aksi damai dengan memasang spanduk di sejumlah titik strategis yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya dan mudah terbaca oleh masyarakat yang lewat.
Baca Juga: Anggota DPRD Jabar, Ali Rasyid Sosialisasikan Perda Kepada Masyarakat Tasikmalaya
Ketua Umum Yayasan PADI, Iwan Restiawan, menyebutkan pihaknya sudah merasa bosan menyampaikan keluhan soal kondisi Citanduy dan Ciloseh.
Namun ternyata tidak juga ada tindakan dan penanganan sama sekali dari pihak pemerintah baik dinas maupun instansi terkait.
Bahkan pihak BBWS Citanduy pun sudah lama tidak melakukan perawatan terhadap aliran sungai Citanduy sehingga saat musim hujan seperti sekarang ini terjadi luapan dan mengakibatkan banjir.
Baca Juga: Manfaat Luar Biasa Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Tubuh, Ini Penjelasan dr Zaidul Akbar
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Wahid menyebutkan bahwa masyarakat yang melakukan aksi protes tersebut sebelumnya beraudiensi dengan DPRD Kota Tasikmalaya.
Mereka kata Wahid menyoroti tentang maraknya bangunan yang ada disekitar sungai Citanduy, Cimulu dan Ciloseh disamping juga kondisi sungai Citanduy.
"Bukan hanya soal Sungai Citanduy, mereka juga menyoroti soal bangunan di sekitar sungai Citanduy, Cimulu dan juga Ciloseh," kata Wahid.
Baca Juga: Mumpung Bulan Ramadhan, Baca Doa Ini Agar Nama Kita dan Orang Tua Terhapus Dari Daftar Ahli Neraka
Memang jika melihat kondisi sungai Citanduy, Cimulu dan juga Ciloseh di Kota Tasikmalaya sudah terlihat kumuh dan banyak dipenuhi dengan sampah.
Pemerintah harus segera melakukan normalisasi dan mengeruk lumpur yang ada di aliran sungai Citanduy, Ciloseh dan juga Cimulu agar air tidak meluap saat terjadi hujan lebat.***