VIEWJABAR - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut sekarang ini sedang melakukan observasi terhadap dua orang pasien yang terindikasi mengalami gagal ginjal akut.
Dua pasien gagal ginjal akut yang ditangani RSUD dr Slamet Garut itu bernama Faroh warga Tarogong Kidul dan Lilis warga Garut Kota.
Observasi dilakukan pihak RSUD dr Slamet Garut untuk mengetahui penyebab Lilis dan Faroh mengalami gagal ginjal akut.
"Apakah karena dampak obat-obatan atau karena hal lain, itu yang sedang diobservasi," kata Humas RSUD dr Slamet Garut Cecep Ridwan, Kamis 3 November 2022.
Baca Juga: Gempar, Seorang Mahasiswi Unsoed Melakukan Percobaan Bunuh Diri di Taman Kampus
Baik Lilis maupun Faroh kini sudah dilakukan penanganan sesuai SOP pasien gagal ginjal akut. Sementara penanganan lanjutan masih menunggu hasil observasi.
Terkait terdeteksinya pasien gagal ginjal akut, lanjut Cecep, pihak RSUD dr. Slamet Garut kini sudah menyediakan 10 ruang rawat khusus untuk pasien gagal ginjal akut.
Baca Juga: Belum Bisa Bekerja, Biaya Hidup Rohimah Ditanggung Pemkab Garut Selama 5 Bulan, Segini Tiap Bulannya
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus gagal ginjal akut seperti yang terjadi di daerah lain.
"Pihak RSUD sudah menyediakan 10 ruangan rawat inap sebagai langkah antisipatif jika kasus gagal ginjal akut mengalami lonjakan," kata Cecep.
Baca Juga: Kapolri Terbitkan Aturan Biaya Pembuatan SIM, Ini Rinciannya, Sangat Murah
Selain menyiapkan 10 ruangan khusus, pihak RSUD dr Slamet Garut pun sudah menyiapkan tenaga medis khusus yang menangani pasien gagal ginjal akut.
Langkah antisipatif. lanjut Cecep, harus dilakukan untuk menjaga kemungkinan yang tak diinginkan.***