daerah

Hari Pahlawan, Kang Icak : Terus Kobarkan Semangat Untuk Membangun Indonesia Lebih Baik

Rabu, 9 November 2022 | 13:13 WIB
Haji Phinera Wijaya Kang Icak Ketua Komisi III DPRD Jabar (eko ariefiyanto/viewjabar)

VIEWJABAR - Setiap tanggal 10 November masyarakat Indonesia memperingati Hari Pahlawan,  sebagian orang tahu sejarah Hari Pahlawan nasional, namun tidak sedikit generasi muda belum mengetahui sejarah itu.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat (Jabar) Haji Phinera Wijaya, Hari Pahlawan sama dengan memperingati peperangan besar yang terjadi pada tanggal yang sama di tahun 1945 di Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Baca Juga: Teddy Ajukan Keberatan, Pengacara Rizki Febian : Hal Biasa Itu Mah..

"Pada saat itu melawan penjajah Netherlands-Indies Civil Administration (NICA) dan sekutu, diperkirakan telah menewaskan 160 ribu pejuang, pertempuran ini sudah dimulai pada tanggal 19 September 1945," katanya.

Tepatnya di hotel Oranye, yang saat ini menjadi hotel Majapahit, lanjut politisi Golkar akrab disapa Kang Icak, perang dipicu ketika hotel Oranye saat itu masih memasang bendera Belanda, ketika para pejuang nasional datang dan meminta Belanda menurunkan bendera berujung perlawanan.

Baca Juga: Jalani Sidang Perdana, Mantan Suami Lina Jubaedah Ajukan Nota Keberatan

"Belanda bereaksi dan tidak menanggapi permintaan tersebut, akhirnya Jenderal Sudirman datang namun Belanda tetap tidak mau menurunkan bendera, akhirnya pejuang nasional berhasil memisahkan bagian warna biru dan menjadi bendera merah putih," ujarnya, Rabu (9/11/22).

Kemudian Belanda atau NICA, lalu mengajak para sekutunya untuk melancarkan agresi militer di Surabaya tanggal 30 Oktober 1945, perlawanan Belanda semakin besar hingga K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama atau NU mengeluarkan perintah jihad.

Baca Juga: Jalani Sidang Perdana, Mantan Suami Lina Jubaedah Ajukan Nota Keberatan

"Hasilnya, pimpinan tentara sekutu Inggris Jenderal AWS Mallaby tewas di Jembatan Merah, Surabaya, dan setelah perang tersebut, Kota Surabaya dikepung dan diserang dari berbagai arah mulai laut, darat hingga udara," ungkap Kang Icak. 

Pada saat itu, dijelaskan Kang Icak, tentara Inggris memperkirakan hanya butuh 3 hari untuk menaklukan Kota Surabaya, namun ternyata terjadi selama 3 minggu, hal ini membuktikan kuatnya perlawanan rakyat dan pejuang nasional Indonesia.

Baca Juga: Jadwal Shalat DKI Jakarta dan Sekitarnya, Rabu 9 November 2022

"Belasan ribu pejuang meninggal, 200 ribuan warga mengungsi, peristiwa besar 10 November ini ditetapkan sebagai Hari Pahlawan, jadi pesan yang ingin disampaikan untuk memaknai Hari Pahlawan yakni, tetap mengobarkan semangat perjuangan," ucapnya.

"Di bidang apapun yang kita geluti, tetap bawa semangat memperjuangkan bangsa Indonesia dengan cara Anda sendiri, kobaran semangat para pejuang nasional harus terus dibawa untuk membangun Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.(***) 

Halaman:

Tags

Terkini