Rudy menyebutkan selama dua minggu berada di Taman Satwa Cikembulan, macan tutul tersebut difokuskan menjalani rehabilitasi, tidak banyak orang yang bisa bersentuhan langsung dengan macan tutul tersebut.
Ia menegaskan, Taman Satwa Cikembulan selama ini menjadi benteng terakhir dan rumah bagi satwa-satwa liar yang habitatnya terdesak. Pihaknya pun terus berkomitmen bersama BBKSDA Jabar untuk terus melakukan upaya-upaya konservasi lingkungan, khususnya satwa dilindungi.
“Kita komitmen akan membantu semua upaya konservasi, termasuk penyelamatan satwa-satwa dilindungi,” tegasnya.
Manager PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang, Hendrik Kurniawan Sinaga, menyambut baik pelepasliaran macan tutul jawa yang sebelumnya terjerat tali seling jerat babi hutan yang dipasang pemburu di kawasan hutan lindung, tidak jauh dari fasilitas milik PGE di Area Kamojang.
PGE sendiri, menurutnya selama ini rutin melakukan pemantauan kondisi lingkungan di sekitar area operasi, termasuk flora dan fauna. Bahkan, saat petugas melakukan patroli di lapangan, tak jarang menerima laporan ada macan tutul yang berkeliaran di kawasan operasi.
“Ini hal yang baik bagi kita, karena seiring dengan komitmen perusahaan kami, PGE harus inline dengan alam,” katanya.
Hendrik mengklaim, meski kurang lebih 35 tahun sudah PGE beroperasi di kawasan Kamojang, kondisi lingkungan masih terjaga dengan baik," ujarnya. Ale M Rizki.***