Macan Tutul Dilepasliarkan Kembali di Kawasan Kamojang

photo author
Lina Herlina, View Jabar
- Rabu, 7 Desember 2022 | 21:23 WIB
BBKSDA) Jawa Barat, melepasliarkan seekor Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas) di kawasan operasi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang, Kab. Bandung, Rabu 7 Desember 2022 (Viewjabar/Ale M Rizki)
BBKSDA) Jawa Barat, melepasliarkan seekor Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas) di kawasan operasi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang, Kab. Bandung, Rabu 7 Desember 2022 (Viewjabar/Ale M Rizki)

 

VIEWJABAR- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, melepasliarkan seekor Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas) di kawasan operasi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang, Kab. Bandung, Rabu 7 Desember 2022.

Kepala BBKSDA Jawa Barat, Irawan Asaad menyampaikan, pada 22 November 2022 lalu, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat adanya macan tutul yang terjerat jebakan babi hutan yang dipasang pemburu di kawasan hutan lindung di Kamojang.

Saat itu juga, petugas BBKSDA Jabar bersama tim medis dari Taman Satwa Cikembulan turun ke lapangan melakukan evakuasi. Selanjutnya macan tutul tersebut disimpan sementara di Taman Satwa Cikembulan, di Kadungora.

“Alhamdulillah, hari ini kita melepasliarkan kembali macan tutul tersebut yang diberi nama Purbaya, jantan usia 6-7 tahun, sangat sehat, atletis dan agresif,” jelas Irawan.

Baca Juga: Kapolri Pastikan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung Bernama Abu Muslim

Ia menuturkan, proses evakuasi macan tutul ini, bukanlah perkara mudah, karena kondisi medan dan juga cuaca hujan. Namun, petugas BBKSDA Jabar bersama tim medis dari Taman Satwa Cikembulan, berhasil mengevakuasi macan tutul tersebut dan langsung ditempatkan di Taman Satwa Cikembulan untuk menjalani perawatan.

"Pada saat itu maghrib hujan lebat, bisa dibayangkan kondisi seperti itu, teman-teman dari BKSDA dan Taman Satwa turun ke lapangan. Selanjutnya macan tutul itu dipantau kondisi kesehatannya hingga kemudian kondisi satwa siap untuk dilepasliarkan." ucapnya.

Setelah Purbaya dinyatakan sehat, kata Irawan, maka pihaknya langsung melakukan rapid assessment untuk mencari lokasi pelepasliaran, hingga ditemukan lokasi pelepasliaran saat ini yang jaraknya tidak jauh dari lokasi macan tutul tersebut terjerat jebakan babi.

Baca Juga: Yu Bikin Kerupuk dari Pisang Mentah, Bisa Dijual Rp1000-an, Peluang Usaha Jajanan Menguntungkan

Irawan memastikan, petugasnya bersama tim ahli akan melakukan monitoring pasca pelepasliaran, hal ini penting dilakukan untuk mengetahui pergerakan macan tersebut dan juga untuk mengetahui berapa jumlah macan tutul yang ada di kawasan TWA Kamojang dan sekitarnya.

"Tahun 2018 ada kajian survey ada tiga ekor, satu jantan dua betina, setelah melihat pola bintik macan tutul ini, ternyata berbeda dengan yang lalu, jadi ada anakan disini, ini jadi kebahagiaan kita, ternyata macan tutul bisa berkembang bisa hidup dan berkembang biak,” katanya.

Sementara itu, Rudy Arifin selaku manajer Taman Satwa Cikembulan mengungkapkan, meski Cikembulan terbilang lembaga konservasi kecil, tapi pihaknya komitmen untuk ikut menjaga keberadaan satwa-satwa liar di habitatnya.

Baca Juga: Watak dan Sifat Wanita yang Lahir Hari Rabu, Ssst...Ada yang Suka Selingkuh

Makanya, begitu BBKSDA Jawa Barat meminta bantuan evakuasi hingga merawat macan tutul yang terjerat jebakan babi, pihaknya langsung bergerak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lalan Tresna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X