Jumlah tersebut kata Herman Suherman tersebar di beberapa wilayah di Kecamatan Pacet, Cugenang, Cianjur dan Kecamatan Warungkondang.
Baca Juga: Wali Kota Blitar Santoso, Korban Penyekapan dan Perampokan, Awalnya Guru SMEA dan Penilik
Di wilayah Kecamatan Cugenang saja kata Herman Suherman, ada 400 orang warga yang meninggal dunia akibat gempa Cianjur.
Termasuk juga dengan 8 orang warga yang masih belum ditemukan dari wilayah Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur.
Di kecamatan lainya seperti Kecamatan Pacet, Cianjur dan Kecamatan Warungkondang banyak warga yang meninggal dunia langsung dimakamkan.
Sehingga kata Bupati Cianjur banyak warga yang meninggal dunia akibat gempa bumi Cianjur tidak masuk dalam daftar di Pemkab Cianjur.
Bupati Cianjur, Herman Suherman meminta pihak RT dan RW serta perangkat desa melakukan pendataan ulang terhadap warga yang meninggal dunia akibat gempa bumi.
Warga yang meninggal dunia tersebut kata Bupati Cianjur, tidak dibawa ke rumah sakit, atau puskesmas sehingga ditemukan data 600 orang meninggal dunia.
Kata Bupati Cianjur, data korban meninggal dunia tersebut dilaporkan berdasarkan nama dan alamat surya surat keterangan kematian dari pihak desa.
Kemudian data tersebut kata Bupati Cianjur akan diteruskan ke kementerian sosial agar keluarga yang ditinggalkan menerima uang duka.
Baca Juga: Peluang Usaha Martabak Telor Mini Kulit Lumpia, Gampang dan Menguntungkan, Dijual Rp1000-an
Uang duka sendiri kata Bupati Cianjur akan diberikan kepada ahli waris pada akhir tahun setelah sebelumnya mendapatkan persetujuan dari kementerian sosial.
“Sudah kami serahkan dan akan segera dicairkan dari Kementerian Kesehatan untuk selanjutnya akan dibagikan kepada ahli waris di akhir tahun,” kata Herman Suherman.***