VIEWJABAR - Gempa Cianjur M 5,6 yang menewaskan lebih 300 jiwa pada 21 November 2022 lalu ternyata disebabkan oleh Sesar Cugenang.
Sesar Cugenang merupakan sesar aktif yang baru saja terdientifikasi. Awalnya, banyak pihak menduga, Gempa Cianjur disebabkan oleh Sesar Cimandiri. Sesar ini memanjang dari muara Sungai Cimandiri di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, lalu mengarah ke Selatan melewati Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang.
Sesar Cugenang terdeteksi ketika tim BMKG (Badan Meteorogi Klimatologi Geofisika) melakukan survei dari tanggal 5 -8 Desember 2022 kemarin.
Hasilnya diketahui, Sesar Cugenang membantang sepanjang 9 km dengan arah N 347°E.
Survey dilakukan di beberapa wilayah antara lain Desa Sarampad, Talaga, Cijedil, dan Cibulakan.
Survei dilakukan dengan mengidentifikasi surface rupture (rekahan permukaan tanah), sebaran titik longsor dan kerusakan lahan.
Baca Juga: Portugal Vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2022 Nanti Malam, Ini Catatan Perjalanan Kedua Tim
Dari sanalah pihak BMKG bisa mengidentifikasi keberadaan Sesar Cugenang yang menyebabkan gempa Cianjur.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebutkan, gempa Cianjur berkekuatan 5,6 magnitudo dipicu pergeseran Sesar Cugenang. Sesar yang baru teridentifikasi ini membentang sepanjang 9 Kilometer melintasi sembilan desa di dua kecamatan.
BMKG pun langsung melakukan pertemuan dengan Bupati Cianjur Herman Suherman untuk memnginformasikan keberadaan Sesar Cugenang tersebut.
Dalam kesempatan itu, Dwikorita Karnawati memberikan sejumlah rekomendasi antisipasi terkait keberadaan Sesar Cugenang.
Salah satu rekomendasinya adalah areal di sepanjang Sesar Cugenang berikut areal kanan dan kiri selebar 300 m hingga 500 meter harus dikosongkan. Artinya, jangan ada bangunan hunian, apalagi perumahan penduduk.
Sebab jika terjadi gempa susulan kurang lebih 20 tahun lagi, bangunan-bangunan di sekitar atas sesar akan terdeformasi sehingga terancam runtuh.
Artikel Terkait
Ide Baru Peluang Usaha, Membuat Mie Lidi dari 2 Centong Nasi, Hasilnya Jadi Sebaskom, Renyah dan Gurih
Cara Membuat Mie Tanpa Mesin, Gampang dan Cepat, Bunda Bisa Langsung Praktek di Rumah
Dedi Mulyadi Ultimatum Orang-orang yang Melingkari Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika
Pemkab Garut Dukung Migrasi Kendaraan Konvensional ke Listrik, di Pendopo Berdiri SPKLU
Kodim 0611/Garut Gelar Lomba Inovasi Kompor Kreatif Babinsa
Persib Vs Persebaya Sabtu Pukul 15.00 WIB, Berikut Rekor Apik 4 Laga Perdana Persib di Bawah Luis Milla
Portugal Vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2022 Nanti Malam, Ini Catatan Perjalanan Kedua Tim
Meski Dinilai Biasa tapi Memberikan Ruang Bebas Aliran Sungai ke DAS Citarum, Ini Giat Subsektor 09 Ciparay