Iamengungkapkan, kegiatan ini penting dilakukan sehingga bisa dijadikan sebagai sarana belajar perempuan mengingat sampai saat ini keterlibatan perempuan dalam pembangunan di Kabupaten Garut masih sangat minim.
Baca Juga: Apel Terakhir Tahun 2022, Bupati Garut Lantik 27 PNS
Terpisah, Ketua Pelaksana, Neng Gumi Sri Rahayu, menerangkan, kegiatan ini turut dihadiri oleh peserta yang berasal dari siswi SMP, SMA, dan mahasiswa.
Ia menyampaikan, output yang ingin dihasilkan dalam kegiatan ini adalah pihaknya ingin meningkatkan kualitas SDM para perempuan, di mana perempuan ini adalah madrasah pertama bagi seorang anak.
"Harapannya agar para muslimah atau para calon ibu ini agar lebih paham apa tujuannya, kemudian apa harapan kedepannya, kemudian apa bekal mereka sebagai tentunya calon ibu," ujarnya.
Sedangkan Ketua Bidang Perempuan KAMMI Garut, Hutri Nuryani menambahkan, melalui seminar ini diharapkan para peserta dapat mengetahui bagaimana peranan perempuan bisa berkiprah di masyarakat sesuai dengan kondisi saat ini dengan pemikiran yang kritis.
Salah satunya yaitu terkait permasalahan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI/AKB) di Kabupaten Garut.
"Tentunya dibutuhkan pemikiran kritis dan daya tangkap setiap permasalahan salah satunya ada AKI dan AKB," Ujarnya. (Alle M. Rizky)***