Selain dinding kayunya lapuk dimakan rayap, juga atapnya sudah banyak yang bolong sehingga air hujan kerap masuk hingga membanjiri seisi rumah.
"Sejak lama kondisi rumah rusak parah, atapnya bocor terus banyak yang berjatuhan. Jadi khawatirnya ambruk," ungkap Silvi Komalasari (17), anak semata wayang dari Rasmi.
Ia mengaku, jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja terkadang mengandalkan bantuan dari tetangga karena penghasilan Rasmi tak menentu.
Silvi Komalasari mengatakan, ia dan ibunya bukan tak pernah mengajukan bantuan perbaikan rumah. Namun selalu gagal meskipun sudah berulangkali disurvey.
"Sudah sering difoto, tapi enggak pernah diperbaiki. Alhamdulilah sekarang berkat bantuan dari Kodim, rumah saya bisa ditinggali dengan layak," ujar Silvi Komalasari ditemani ibunya, Risma. (Alle M Rizky)***