Selain dinding kayunya lapuk dimakan rayap, juga atapnya sudah banyak yang bolong sehingga air hujan kerap masuk hingga membanjiri seisi rumah.
"Sejak lama kondisi rumah rusak parah, atapnya bocor terus banyak yang berjatuhan. Jadi khawatirnya ambruk," ungkap Silvi Komalasari (17), anak semata wayang dari Rasmi.
Ia mengaku, jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja terkadang mengandalkan bantuan dari tetangga karena penghasilan Rasmi tak menentu.
Silvi Komalasari mengatakan, ia dan ibunya bukan tak pernah mengajukan bantuan perbaikan rumah. Namun selalu gagal meskipun sudah berulangkali disurvey.
"Sudah sering difoto, tapi enggak pernah diperbaiki. Alhamdulilah sekarang berkat bantuan dari Kodim, rumah saya bisa ditinggali dengan layak," ujar Silvi Komalasari ditemani ibunya, Risma. (Alle M Rizky)***
Artikel Terkait
Seorang Wanita Asal Bojongsoang Bandung, Tewas Dianiaya Mucikari Gara-gara Menolak Berhubungan Badan
Peluang Usaha Camilan Rp1000-an, Bahan Super Irit, 1 Kentang Jadi 30 Bungkus, Kriuknya Tahan 2 Bulan
ASN dan Perangkat Desa Boleh Terlibat di PPK, PPS dan KPPS, KPU RI Jelaskan Alasannya
Sebanyak 210 PPK se-Kabupaten Garut Dilantik dan Diambil Sumpah
SMKN 1 Garut Juara Bayongbong Utama Cup 2 Kalahkan SMKN 2
Besaran Gaji PPK, PPS dan KPPS untuk Pemilu 2024, Cek Honor Linmas Berapa?
Keren, Mangga Gedong Gincu Asal Sumedang segera Masuk Pasar Jepang