VIEWJABAR- Pencetakan atau perluasa lahan baru 100 hektare di Desa Padawaras, Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, bisa dibilang gagal.
Pasalnya dari luas lahan yang sudah dicetak menjadi areal sawah, kini sama sekali tidak bisa dimanfaatkan menjadi lahan persawahan.
Sebagian besar lahan sawah dari program percetakan sawah baru di Kabupaten Tasikmalaya tersebut kini menjadi hutan kembali.
Masyarakat malah menanami kembali lahan sawah yang sebelumnya dicetak sebagi sawah dengan pepohonan dan kayu kayuan.
Alhasil area lahan sawah baru tersebut kini kembali menjadi hutan dan kebun kembali hijau dengan pohon kayu bukan hijau dengan tanaman padi.
Kepala Desa Padawaras, Yayan Siswandi mengatakan, hanya sekitar 10 persen saja dari areal lahan sawah baru yang bisa dimanfaatkan menjadi sawah.
Selebihnya kini masyarakat manfaatkan sawah baru tersebut menjadi kebun dan hutan, karena tidak teraliri oleh air.
"Sekarang ini areal sawah baru di Padawaras sudah berubah menjadi kebun kembali. Masyarakat menanaminya dengan pepohonan," kata Yayan Siswandi baru baru ini.
Kata Yayan Siswandi, masyarakat awalnya gembira karena areal lahan yang awalnya hutan bisa berubah menjadi sawah dan bisa ditanami padi.
Baca Juga: Praktisi Hukum, HN Suryana Jelaskan Presiden Bisa Dimakzulkan Ketika Melakukan Tindakan Hukum Ini
Namun kegembiraan masyarakat saat ini sirna. Karena ternyata areal sawah yang dicetak melalui program percetakan sawah baru oleh pemerintah kini gagal.
Penyebabnya kata Yayan Siswandi saluran air untuk mengairi sawah baru tersebut tidak normal dan tidak jalan.