Uu yang pernah menjadi Kepala Dinas PUPR Garut itu menegaskan, untuk berkiprah di dunia politik sudah "ajeg" dan menjadi pilihan hidupnya setelah purna bhakti.
Baca Juga: Inilah Rencana Perjalanan Haji 2023, yang Ditetapkan Kemenag, Berikut Rincian Lengkapnya
“Saya tidak mau niatan saya robah, saya ingin ajeg (Bahasa Sunda), tujuannya untuk pengabdian mana kala sisa hidup ini setelah 36 tahun Dinas dengan penuh gonjang ganjing, penuh masalah yang rumit. Saya rasa inilah saatnya kita bisa mengabdi kepada masyarakat seutuhnya,” kata Uu.
Untuk memuluskan cita citanya menjadi wakil rakyat, ia berupaya maksimal mensosialisasikan dirinya di daerah pemilihannya yakni Dapil 1 meliputi Kecamatan Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Banyuresmi, Leles dan Kadungora.
Ia menyebut hal tersulit bagi seorang politisi adalah meraih kepercayaan masyarakat untuk bisa mendulang dukungan suara sebanyak banyaknya.
Baca Juga: Gempa Turki, Korban Terus Bertambah, Kini Sudah Mencapai 4.800 Orang Tewas
Perlu diberitahukan, Uu Saepudin pernah maju sebagai calon Bupati Majalengka pada Pilkada 2008 silam, namun saat itu gagal.
Setelah tidak terpilih sebagai Bupati, ia pun memilih kembali menjadi ASN karena aturan saat itu masih memperbolehkan seorang ASN cuti dan terjun di dunia politik untuk kemudian kembali aktif sebagai ASN ketika tidak menduduki jabatan politik.
Sebagaimana diketahui, selain Uu Saepudin, ada juga mantan sekda Garut Iman Alirahman, mantan Asda 1 Suherman, sejumlah mantan camat, dan lainnya, yang nyaleg di beberapa partai politik. (M.Rizky)***