daerah

10 Tahun Bunga Mekar, Dies Natalis SMAN 1 Cisayong Tasikmalaya Tekankan Bahasa Inggris, Nah! Ada Guru Tersabar

Senin, 13 Februari 2023 | 21:15 WIB
Tamu undangan yang hadir pada 10 tahun Dies Natalis SMAN 1 Cisayong Kabupaten Tasikmalaya duduk bersama menyaksikan prosesi hiburan yang semarak (Budi SK/ViewJabar.com)

VIEWJABAR - Usia 10 tahun ibarat bunga yang masih mekar di pekarangan rumah, dan kemekarannya menjadi buruan.

Dalam istilah Sunda disebutkan 10 tahun adalah kembang buruan. Buruan di sini adalah kembang yang banyak diburu.

Demikian ungkapan Kepala SMAN 1 Cisayong Kabupaten Tasikmalaya dalam acara Dies Natalis 10 tahun.

Baca Juga: Ibu Brigadir Yoshua Hutabarat Kecewa Atas Vonis yang Diberikan Kepada Putri Candrawathi

"Yang namanya masih berkembang tentu banyak diburu dan dicari, begitulah yang dialami SMAN 1 Cisayong ini," kata Drs. Jaka Suryawan ,M.Pd Kepala SMAN 1 Cisayong.

Jaka mengatakan hal itu saat gelar Dies Natalis ke-10  SMAN 1 Cisayong pada Senin 13 Februari 2023.

Dies Natalis ke-10 SMAN 1 Cisayong, kata Jaka, digelar dalam suasana keterbatasan akan tetapi harus selalu dicoba, yang menurutnya adalah baru dan terbarukan.

Baca Juga: Sebelum ke Pamijahan Tasikmalaya, Syekh Abdul Muhyi Tinggal di Kuningan, Ini Sosok Gurunya

Di situlah saat ini SMAN 1 Cisayong berada. Jadi di masa itu, ucap Jaka, adalah usia yang senang senangnya melakukan berinovasi.

"Itu sangat jelas terlihat di lingkup ruang guru, kelas bagaimana rekan rekan berinovasi," tuturnya.

Akan tetapi, tambahnya lagi, dirinya menyebut bukan berinovasi akan tetapi kita melawan ketiadaan.

Baca Juga: Hakim Vonis Hukuman Mati Bagi Ferdy Sambo atas Kasus Pembunuhan Brigadir J

Jadi bagaimana bapak dan ibu berinovasi serta berkreasi dalam ketiadaan, sarana dan prasaran yang masih kurang.

"Tapi semangat dan eksistensi untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada anak tetap diberikan," ucapnya.

Halaman:

Tags

Terkini