Kinerja Industri Manufaktur Indonesia Masih Menguat, Menperin: Ditopang Ekspor dan Investasi

photo author
Ivan Warga, View Jabar
- Jumat, 7 November 2025 | 16:50 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Kemenperin)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Kemenperin)

VIEWJABAR.COM - Kinerja industri manufaktur Indonesia masih menguat di tengah berbagai tekanan global.

Kondisi itu seiring upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi produksi, dukungan pasar, serta penguatan daya saing industri dalam negeri.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Perindustrian, industri pengolahan nonmigas (IPNM) tumbuh sebesar 5,58 persen pada triwulan III tahun 2025.

Angka itu lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,04 persen.

Baca Juga: Inkud dan Ritel Modern Agar Dukung Pengembangan Ekosistem Kopdes Merah Putih, Ini Alasan Menkop

“Dengan capaian itu, sektor industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi terhadap ekonomi, yaitu sebesar 1,04 persen, menegaskan peran strategis sektor manufaktur sebagai motor penggerak ekonomi nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya.

Dari sisi pengeluaran, tingginya pertumbuhan manufaktur ditopang oleh ekspor dan investasi.

Pada triwulan III 2025, eskpor non migas tumbuh sebesar 12,56 persen (y on y) dan dengan berkontribusi sebesar 85,21 persen terhadap total ekspor nasional.

Lima produk manufaktur telah menjadi komoditas andalan ekspor nasional dengan pertumbuhan tertinggi pada kuartal III 2025 adalah lemak & minyak hewan/nabati, besi baja, mesin dan peralatan listrik, perhiasan dan permata, kendaraan dan bagiannya yang tumbuh masing-masing sebesar 50,34 persen, 15,88 persen 17,55 persen, 82,43 persen dan 8,12 persen.

“Produk manufaktur telah menjadi andalan dalam ekspor Indonesia keluar negeri. Hal ini tidak saja membuktikan daya saing perusahaan industri dalam negeri mampu bersaing dengan perusahaan industri negara lain, namun juga telah menjadi motor penggerak perekonomian. Pertumbuhan ekspor produk manufaktur pada kuartal ini juga terus berdampak terhadap surplus neraca dagang Indonesia,” ujar Menperin.

Baca Juga: BPS Catat Ekonomi Jawa Barat Triwulan III-2025 Tumbuh 5,20 Persen Dibanding Triwulan III-2024

Investasi

Sepanjang periode Januari - September 2025, realisasi investasi di sektor ini mencapai Rp562,7 triliun.

Angka tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp178,9 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp383,8 triliun.

Dari sisi investasi, industri manufaktur menyumbang 37,73 persen terhadap total investasi nasional. Sementara untuk ekspor, kontribusinya bahkan mencapai 81 persen dari total ekspor nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ivan Warga

Tags

Rekomendasi

Terkini

X