VIEWJABAR.COM - Pemkot Bandung mendorong UMKM naik kelas melalui pembinaan, pelatihan dan pemasaran offline maupun online.
Produk UMKM dipromosikan lewat Salapak, event-event besar, e-katalog, bela pengadaan dan platform digital Marema.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk naik kelas melalui berbagai program pembinaan, pelatihan dan pemasaran.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Budhi Rukmana mengatakan, upaya tersebut tidak hanya fokus pada pembinaan. Tetapi juga memperluas akses pemasaran baik secara offline maupun online.
Baca Juga: 6 Layanan Dinas Koperasi Usaha Kecil Jabar Hadir di WJF 2025
“Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tapi juga bisa berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas. Selain pembinaan dan pelatihan, kami memberikan sarana pemasaran, baik offline maupun online,” kata Budhi Rukhmana, Jumat 31 Oktober 2025.
Dalam pemasaran offline, Dinas Koperasi dan UKM membentuk Salapak, sarana untuk menampilkan produk UMKM yang saat ini berada di Hotel Horizon.
Produk-produk UMKM juga diperkenalkan melalui berbagai event besar, termasuk konser merah putih, perayaan hari jadi Kota Bandung dan wood coconut day.
Di sisi digital, pemerintah kota memperkuat pemasaran online. UMKM yang memiliki nomor induk berusaha (NIB) dapat masuk ke e-katalog.
Baca Juga: Kinerja Industri Manufaktur Indonesia Masih Menguat, Menperin: Ditopang Ekspor dan Investasi
Sementara UMKM yang belum memiliki NIB, difasilitasi melalui program bela pengadaan. Program itu memungkinkan produk UMKM masuk ke kegiatan perangkat daerah maupun kecamatan secara lebih mudah.
“Kami juga meluncurkan Marema, platform digital khusus UMKM. Saat launching, 100 UMKM sudah bergabung dan kami akan melakukan roadshow ke-30 kecamatan agar mereka lebih mahir berbisnis online dan memasarkan produknya melalui e-katalog serta Bela Pengadaan,” ucapnya.
Ke depan, Dinas Koperasi dan UKM berencana membentuk UMKM Center dan inkubasi besar di tiga kecamatan. Langkah tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas UMKM, memperluas jaringan pemasaran dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Bandung.
“Tujuan akhirnya adalah membentuk ekosistem UMKM yang kuat dari pembinaan, pelatihan hingga pemasaran baik offline maupun online. Dengan begitu, UMKM Kota Bandung bisa naik kelas dan berdaya saing tinggi,” ujar dia.
Baca Juga: Inkud dan Ritel Modern Agar Dukung Pengembangan Ekosistem Kopdes Merah Putih, Ini Alasan Menkop