gaya-hidup

Berbahagialah Jika Anda Sering Lakukan Ini, Manfaat Bangun Tidur Sebelum Fajar Datang, Ini Fakta

Selasa, 7 Mei 2024 | 09:30 WIB
Ini manfaat bangun sebelum fajar untuk melakukan ibadah sholat subuh bagi kesehatan tubuh (Pixabay)

VIEWJABAR -  Jika sudah terbiasa bangun pagi atau sebelum fajar, baik untuk melakukan ibadah sholat subuh atau hal lainnya, ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

Terbiasa bangun pagi atau sebelum fajar diketahui memeiliki efek baik bagi kesehatan tubuh kita. Hal ini menunjukan efektivitas tidur sepanjang malam yang dianjurkan adalah 8 jam.

Pada sebuah penelitian kesehatan mengungkapkan bahwa bangun tidur sebelum fajar memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

Baca Juga: Benarkah Mengganti Asupan Daging Merah dengan Ikan Asin Jamin Kesehatan, Simak Penjelasannya di Sini

Dari hasil penelitian itu menyimpulkan bahwa pengurangan waktu tidur baik untuk kesehatan tubuh, seperti menyembuhkan pengidap depresi.

Dikutip dari laman About Islam yang diterbitkan dalam American Journal of Psychiatry dan dari PMJNews, menuliskan menunjukkan peningkatan kondisi sebesar 30 persen pada 60 persen pengidap depresi.

"Orang yang kerap tertekan pada pagi hari mendapat manfaat paling banyak dari pengurangan tidur pada malam hari. Namun, bukan berarti seseorang harus terjaga sepanjang malam," tulis para ahli kesehatan di laman tersebut.

Baca Juga: Pernahkah Anda Melakukan Ini tanpa Disadari, Hati Hati Duduk Berjam Jam Beresiko Buruk bagi Kesehatan Tubuh

Para peneliti pun mengemukakan bahwa salah satu alasan perbaikan kondisi itu berkaitan dengan hormon perangsang tiroid (TSH) yang membantu mengontrol metabolisme dan tingkat energi, dan secara umum akan menghambat hormon TSH.

Sementara, diperkirakan 25 persen hingga 35 persen pasien depresi memiliki kadar TSH yang rendah. Pada penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidur menghambat pelepasan TSH, tetap terjaga sepanjang malam dan dini hari meningkatkan pelepasan TSH.

Penelitian ilmiah ini sesuai dengan kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang tidur sesaat setelah sholat Isya, kemudian bangun awal di pagi hari untuk sholat Subuh. Nabi juga terbangun di tengah malam untuk menjalankan sholat Tahajud.

Baca Juga: Anda Ingin Mencoba Berhenti Merokok Menyadari Ganggu Kesehatan Tubuh, Ini Caranya

Di Eropa, pasien depresi mendapat terapi berupa tidur lebih awal selama sepekan, bangun di tengah malam, kemudian kembali ke jadwal tidur 'normal' dengan bangun sedikit lebih lambat setiap pagi. Namun, waktu terjaga itu tidak lebih dari matahari terbit.

Sebagian orang mungkin bertanya-tanya, bagaimana kurang tidur justru bisa memperbaiki kesehatan. Menurut para peneliti, sering kali masalah tidur terjadi berkaitan dengan rendahnya kualitas tidur, bukan kurangnya waktu tidur.

Halaman:

Tags

Terkini