INI Perlu Diketahui Saat Terik Matahari Menyergap Kita, dr Ngabila Sebut Kesehatan Tubuh

photo author
Tunggal Pratama, View Jabar
- Senin, 6 Mei 2024 | 06:36 WIB
Ilustrasi, perubahan iklim yang terjadi baru baru ini, dengan panasnya sinar  terik matahari mengancam kesehatan tubuh (Pixabay)
Ilustrasi, perubahan iklim yang terjadi baru baru ini, dengan panasnya sinar terik matahari mengancam kesehatan tubuh (Pixabay)

VIEWJABAR - Pergantian suhu atau cuaca banyak mempengaruhi terhadapa kondisi dan kesehatan tubuh. tertutama kulit karena bersentuhan langsung dengan sinar matahari, dan dehidrasi.

Baru baru ini iklim perubahan cuaca sedang tidak bersahabt, yaitu udara terasa panas dan di prediksi akan berjalan cukup lama.

Kondisi perubahan cuaca ini akan berdmpak terhadap kesehatan tubuh kita. Seorang praktisi Kesehatan, yang juga Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Tamansari, dr Ngabila Salama mengatakan terdapat sejumlah kiat yang dapat dilakukan dalam upaya terhindar  dari dehidrasi hingga heat stroke (serangan panas) saat cuaca panas.

Baca Juga: Wajib Diketahui Jika Anda Mudah Mual dan Pusing Saat Berada Diperjalanan, Ini Fakta

"Suhu panas di awal musim kemarau terjadi sampai dengan bulan Agustus 2024, dengan beberapa lokasi bersuhu lebih dari 36 derajat celsius. Mohon hindari dehidrasi, heat exhaustion sampai penyebab terjadinya kematian," kata  Ngabila seperti dikutip dari PMJNEWS.

Ngabila  menyebutkan, cuaca panas dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh kita. Salah satunya  mengalami dehidrasi, serangan panas, lemas, hilang fokus dan rusaknya permukaan kulit.

Untuk menghindari dampak buruk tersebut, ia menghimbau  agar mulai mencoba Gerakan Minum Air Putih Tanpa Menunggu Haus (Gerus).

Baca Juga: INI Perlu Diketahui untuk Kesehatan Tubuh, Benarkah Rebusan Air Kayu Manis Cegah Penyakit? Simak di Sini

Upayakan untuk meminum tiga sampai empat liter air atau setara dengan 12 sampai 16 gelas per hari, ini dapat diterapkan dengan meminum satu gelas air sebelum dan sesudah sholat, satu sampai dua gelas air sesudah makan.

Hindari meminum teh dan kopi karena akan membuat tubuh lebih mudah buang air kecil dan dehidrasi. "Apalagi kalau ditambah gula, akan lebih berbahaya," ucapnya.

Disebutkannya, bagi mereka yang mengalami gejala berupa lemas dan banyak berkeringat, diperbolehkan meminum oralit yang sesuai dengan rekomendasi dokter atau tenaga medis yang menangani pasien.

Baca Juga: FAKTA Biji Buah Buahan Miliki Manfaat bagi Kesehatan Tubuh, Simak di Sini Apa Saja Jenisnya

Bila dirasa bosan mengonsumsi air putih, lanjut Ngabila, opsi lain adalah banyak memakan sayur dan buah yang kaya akan air seperti semangka, melon, pir atau apel. Selain memenuhi kebutuhan cairan tubuh, buah dan sayur pun memenuhi nutrisi dan vitamin.

Sementara terkait dengan kesehatan kulit, Ngabila menyarankan agar masyarakat segera menyemprotkan wajah dengan air bersih jika kulit kering atau berubah warna jadi kemerahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tunggal Pratama

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X