Program ini juga mendukung visi Indonesia pada 2045, yang menargetkan terciptanya generasi emas, yaitu generasi muda yang sehat dan produktif untuk membawa Indonesia menuju negara maju.
Berdasarkan riset, Indonesia diperkirakan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045, dan program ini diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam mendukung mereka untuk siap bersaing di masa depan.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Hingga 22 Januari 2025, telah terbentuk 245 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tersebar di 38 provinsi. BGN, sebagai lembaga negara non-kementerian yang berfokus pada pemenuhan gizi nasional, mengelola setiap dapur MBG.
Baca Juga: PT KAI Daop 3 Cirebon Sediakan 18.742 Tiket KA untuk Libur Isra Miraj dan Tahun Baru Imlek
Lucy menjelaskan, setiap dapur MBG dipimpin oleh seorang Kepala SPPG yang bekerja sama dengan ahli gizi dan akuntan untuk memastikan kualitas gizi serta kelancaran distribusi makanan. Selain itu, SPPG juga bertanggung jawab mengawasi kebersihan, pengelolaan gizi, dan pengelolaan limbah di dapur MBG.
Pada April 2025, diperkirakan 3 juta anak akan mendapatkan makan bergizi, yang akan meningkat menjadi 15 juta anak pada Agustus 2025. Pada akhir tahun 2025, diharapkan seluruh anak Indonesia dapat menerima makanan bergizi gratis.***