Beberapa jam sebelum tewas dalam tragedi Itaewon, ia mengirim pesan kepada ayahnya berupa foto makan siang bibimbap yang dia makan di Insa-dong hari itu.
Baca Juga: 70 Anak Pasien Gagal Ginjal Akut di DKI Jakarta Meninggal Dunia
Tomikawa pun menulis kepada ayahnya, dia akan bertemu dengan seorang temannya dari Prancis nanti.
Setelah itu, ayahnya tak bisa lagi menghubungi Tomikawa.
Selama berjam-jam, ayah Tomikawa terus menerus menelponnya hingga akhirnya telepon Tomikawa diangkat oleh seorang petugas kepolisian pada Minggu 30 Oktober 2022.
Polisi itu memberitahukan apa yang terjadi pada Tomikawa.
Senin hari ini, dengan sangat sedih ayah Tomikawa terbang ke Seoul untuk menemui putranya yang meninggal dalam Tragedi Hallowen Itaewon.
Kemudian Steven Blesi, seorang Amerika Serikat berusia 20 tahun, juga merupakan mahasiswa pertukaran. Dia hanya dua bulan berada di Korea untuk menyelesaikan studinya.
Blesi berasal dari Marietta, Georgia. Ia mahasiswa Kennesaw State University di Georgia.
Orang Amerika Serikat kedua yang meninggal dalam Tragedi Halloween Itaewon adalah Anne Gieske. Mahasiswi cantik berusia 20 tahun ini dari University of Kentucky.
Di Korea, ia kuliah di Universitas Hanyang.
“Komunitas Universitas Kentucky berduka atas kehilangan tragis salah satu mahasiswa kami, Anne Gieske, yang sedang belajar di luar negeri di Seoul, Korea Selatan, dan tewas dalam tragedi minggu ini,” unggah universitas tersebut di Twitter, Senin dikutip dari koreajoongangdaily.joins.com.
Itulah sebagian identitas warga asing yang tewas dalam Tragedi Halloween Itaewon.***