VIEWJABAR - Kondisi di area kompleks Rumah Sakit Al Shifa kian memburuk setelah pasukan pendudukan Israel pada Kamis menyerbu rumah sakit tersebut dan menyandera sekitar 5.000 orang di dalamnya, termasuk dokter, perawat, staf rumah sakit, dan para pengungsi.
Staf rumah sakit telah memohon Palang Merah Internasional dan organisasi dunia lainnya untuk meminta perlindungan.
Kantor Berita Palestina, WAFA melaporkan situasi di dalam rumah sakit semakin memburuk karena tidak ada akses listrik, air dan pasokan makanan yang mencukupi.
Baca Juga: Bersiap Mengarungi Rangkaian Pertandingan BRI Liga 1, PERSIB Fokus Pemulihan Kebugaran Fisik Pemain
Tak hanya menghancurkan peralatan medis, pasukan pendudukan Israel juga menghancurkan peralatan CT scan dan mesin MRI.
Menurut laporan WAFA juga, dinding utara dan selatan kompleks (rumah sakit), dapur rumah sakit, dan sejumlah kendaraan milik staf serta warga sipil dihancurkan oleh buldoser Israel.
Tentara Israel juga meledakkan ruamh bawah tanah beberapa bangunan di kompleks Rumah Sakit Al Shifa setelah menyerbu rumah sakit tersebut.
Pasukan Israel menuding Hamas memiliki pusat komando bawah tanah yang ada di tersembunyi di bawah rumah sakit tersebut.
Namun, tudingan tersebut dibantah oleh kelompok perlawanan Palestina tersebut.
Kompleks Rumah Sakit Al Shifa merupakan kompleks layanan kesehatan terbesar di Jalur Gaza.
WAFA menjelaskan, kompleks (rumah sakit) ini telah berkembang menjadi fasilitas medis utama di kantong Palestina, dengan mempekerjakan sekitar 25 persen dari seluruh petugas kesehatan yang ada di Gaza.***
Artikel Terkait
Pengakuan Warga ! Makanan Pencegahan Stunting yang Dibagikan Dinas Kesehatan Kota Depok Diduga Tidak Sesuai Harga dan Standar Gizi
Menjaga Atmosfer Pertandingan Bagi Skuad PERSIB, Bojan Hodak Agendakan Gim Internal
Situasi Kian Memburuk, Palestina Minta Komunitas Internasional Lindungi Kompleks RS Al Shifa
Ramai Beredar Daftar Produk yang Terafiliasi Israel, Majelis Ulama Indonesia Buka Suara
Inilah Jenis Makanan Pencegah Stunting yang Mendapat Sorotan , Mayoritas Anak - Anak Menolak Makanan yang Dibagikan Dinas Kesehatan kota Depok
Cegah Stunting MIPI IPB University Bagikan Telur ke 150 Orang di 4 Desa Se-Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor